Wawancara khusus Duta Besar RI untuk Belanda, Junus Effendy Habibie PDF Cetak E-mail
Rabu, 29 Juli 2009

Perlu Keseriusan Pemerintah Promosikan Potensi Daerah

Image

Banyaknya potensi pariwisata, pertanian, dan sektor lainnya yang dimiliki Sulsel maupun Makassar, menjadi nilai plus untuk dijual keluar negeri terutama di negara bagian Eropa. Karena itu, dibutuhkan promosi maksimal supaya bisa menarik perhatian pemerintah luar negeri untuk dikerjasamakan. Keberadaan duta besar Indonesia di sejumlah negara Eropa termasuk di Belanda, tentunya sangat berperan dalam memasarkan potensi dalam negeri. Bagaimana peranan duta besar di luar negeri? Lalu seperti pandangan pemerintah Belanda terhadap potensi yang ada di daerah ini? Serta sektor apa saja yang bisa dikerjasamakan ke depan? Berikut wawancara wartawan Harian Fajar, Ramah Praeska, dengan Duta Besar Indonesia di Belanda, Junus Effendy Habibie saat berkunjung ke Balaikota Selasa, 21 Juli.

Bisa Anda jelaskan tujuan kedatangan ke Makassar?
Kehadiran saya di kota ini bersama Direktur Jenderal Amerika dan Eropa (HE Retno LP Marsudi), selain melakukan roundtable discussion promosi potensi komoditi biji cokelat Indonesia ke Eropa Barat, juga bertujuan meningkatkan promosi Sulsel maupun Makassar ke Belanda.
Sebab, kami akan menjadikan Belanda sebagai pintu gerbang bagi Indonesia ke negara Eropa lainnya. Kenapa? Karena di Belanda ada 1,7 juta masyarakatnya memiliki nostalgia, hubungan keluarga, persahabatan, perkawinan, dan hubungan darah dengan Indonesia. Ada hubungan kekerabatan, khusus dari Makassar ada 300 KK bermukim di sana.

Lantas sektor apa saja yang bisa dipasarkan ke Eropa, khususnya Belanda?
Kalau di Sulsel ini yang sangat menjanjikan dipasarkan ke Belanda adalah sektor pariwisata. Makanya pemerintah daerah harus terus meningkatkan pariwisatanya dengan memaksimalkan promosi wisata. Termasuk sektor usaha kecil menengah (UKM).
Malah setiap tahun pada bulan Januari, kami menggelar sebuah even menjual pariwisata dan daerah tujuan wisata. Kalau tidak kita jual, maka mana mungkin masyarakat luar negeri mengetahui segala potensi wisata yang ada di daerah ini.
Apalagi dengan adanya rencana pembukaan rute penerbangan Garuda ke Eropa termasuk Belanda, maka mestinya lebih meningkat lagi promosi wisata itu. Tahun lalu saja masih minim wisatawan Eropa ke Indonesia, masih berkisar 140-150 ribuan orang.

Apakah dengan promosi wisata yang gencar dilakukan bisa menarik minat wisatawan Eropa berkunjung ke Indonesia?

Ya, tentu saja kalau promosi terus dilakukan maka jumlah wisatawan yang akan berkunjung ke Indonesia akan semakin meningkat. Bukan saja berkunjung ke Bali, Tana Toraja, tapi juga sejumlah objek wisata lainnya di Sulsel.

Tapi dengan ledakan bom di Jakarta tidak jadi kendala promosi wisata?
Saya kira itu semua tergantung dari media juga. Kalau media terus mempublikasikan secara besar-besaran, maka bisa saja mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke daerah ini. Nah, kalau seperti ini yang rugi kan daerah juga.
Mestinya media mempublikasikan bahwa kejadian itu tidak seperti budaya di Indonesia atau Pancasila. Seluruh masyarakat Indonesia menolak dan menentang keras aksi terorisme itu, kalau begini akan memberi nilai positif promosi di luar negeri.

Lalu bagaimana sikap penterintah Belanda terhadap Sulsel?
Oh iya. Terus terang saja masih perlu dikembangkan hubungan bilateral antara kedua negara atau daerah. Karena sejak dulu belum pernah ada jalinan komunikasi atau kerja sama yang intensif untuk mempromosikan.
Makanya kesempatan ini harus dimanfaatkan betul oleh pemerintah daerah. Gubernur dan walikota harus rutin mempromosikan wisata kesenian di Belanda. Apalagi pada Januari mendatang di Belanda ada bulan pariwisata, kemudian April-Mei ada pasar malam khusus produk Indonesia.

Ke depan sektor apa saja yang bisa dikerjasamakan pemerintah Belanda dengan Indonesia khususnya Sulsel?
Saya kira sangat banyak ya bisa dikerjasamakan. Apalagi sejak Belanda mengakui proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, hubungan kerja sama kedua negara sangat baik. Belanda malah ingin sekali membantu.
Khusus di Sulsel ini, yang perlu dikembangkan adalah potensi yang ada di Malino Kabupaten Gowa. Sebab, di daerah tersebut terdapat banyak potensi sayuran, kembang, dan masih banyak lainnya yang memiliki potensi sangat besar dijual ke Belanda.

Soal keterlibatan UKM bagaimana menurut Anda?
lya. UKM itu akan berperan besar dalam mempromosikan semua potensi daerah pada pasar malam Indonesia di Belanda. UKM akan memperkenalkan atau menjual barang-barangnya ketika pameran maupun pasar malam berlangsung.
Sayangnya, dari Makassar tidak terlalu bagus promosinya. Malah saya perhatikan ketika promosi wisata baru-baru ini di Belanda tidak mampu dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah kota. Justru ada kesan tidak ada promosi yang dilakukan.

Sektor apa lagi yang menurut Anda bisa dikerjasamakan?

Kalau sekarang ini saya lihat sektor pertanian dan maritim bagus. Insya Allah, tinggal bagaimana upaya Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar merespons semua ini untuk di promosikan ke Belanda. Kalo tidak mampu dimaksimalkan maka jangan harap mereka akan datang ke sini.
Jadi harus ada keseriusan pemerintah. Tidak akan mungkin ada yang datang memberi "sedekah" begitu saja. Pasti mereka juga mau untung.
Yang jelas semua potensi yang ada di daerah ini sangat layak dijual. Asalkan cara menjualnya dengan baik.

Lalu bagaimana respons pemerintah Belanda terkait rencana Pemprov Sulsel memugar Fort Rotterdam?

Saya kira pemerintah Belanda akan memberi respons besar kalau memang pemerintah daerah serius mengembalikan bentuk asli benteng ini. Fort Rotterdam kan termasuk situs sejarah nasional.
Kalau mau mendapatkan bantuan dari pemerintah Belanda maka mesti ada keseriusan yang diperlihatkan pemerintah daerah. Seperti apakah bentuk keseriusan itu, yah mengajukan proposal sebagai bukti mau mendapat bantuan dan pasti akan ada utusan pemerintah Belanda datang berkunjung untuk menjajaki kemungkinan kerja sama.

Apakah ada jarninan ketika proposal diajukan mendapat perhatian pemerintah Belanda?
Pasti ada perhatian. Asalkan memang pemerintah daerah ada keseriusan untuk mengembalikan wajah asli Fort Rotterdam. Apalagi saya dengar benteng itu akan dipugar secara menyeluruh.
Saya jamin kalau mau dikembalikan ke bentuk aslinya, pemerintah Belanda mau membiayai kalau ada usulan yang menarik dari pemerintah daerah di sini. Tapi kalau biaya sudah diberikan lantas tidak digunakan sebagaimana mestinya, maka pemerintah Belanda akan berpikir dua kali lagi kalau mau memberi bantuan ke daerah ini.
Makanya, saya berharap Pemprov Sulsel dan Pemkot Ma kassar serius memugar Fort Rotterdam sehingga membantu saya melobi pemerintah Belanda memberi bantuan biaya. Saya yakin bantuan itu akan diberikan, karena pemerintah Belanda pasti bangga juga peninggalannya yang ada di Makassar mendapat perhatian. ( Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya )
 
 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 2 - 2 dari 34

Ramalan Cuaca Esok

sumber: bmg.go.id
Copyright © 2008 indonesia.nl
KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA
Tobias Asserlaan 8, 2517 KC Den Haag