|
Saat ini program bantuan pembangunan ekonomi Belanda lebih diarahkan pada dukungan pelaksanaan Millenium Development Goals. Dalam hal ini, Belanda berkeinginan untuk memberikan bantuan perdagangan, subsidi, hutang, pengembangan lingkungan yang berkelanjutan dan penyediaan obat-obatan yang terjangkau bagi semua masyarakat.
Belanda mengalokasikan 0,8% Gross Domestic Product-nya untuk kerjasama pembangunan (Official Development Assistance), untuk 2007, jumlah alokasi kerjasama pembangunan mencapai EUR 4,646 milyar.Kebijakan ODA dalam konteks MDGs, difokuskan pada sector-sektor antara lain lingkungan yang berkelanjutan, pembebasan hutang, air dan sanitasi, capacity building di bidang perdagangan dan pendidikan, dengan rincian sebagai berikut: | No. | Sektor | Jumlah (USD) | % ODA | | 1. | Pangan dan perikanan | 9 juta | 0,3% | | 2. | Pendidikan dasar | 139 juta | 5,3% | | 3. | Kesetaraan gender | 25 juta | 0,9 | | 4. | Pekerjaan produktif untuk pemuda | 17 juta | 0,6% | | 5. | Pendidikan menengah dan atas | 135 juta | 5,2% | | 6. | Penanggulangan kematian anak | 21 juta | 0,8% | | 7. | Kesehatan ibu | 28 juta | 1,1% | | 8. | Penanggulangan HIV/AIDS | 67 juta | 2,6% | | 9. | Penanggulangan malaria dan penyakit lainnya | 15 juta | 0,6% | | 10. | Kesehatan | 76 juta | 2,9% | | 11. | Sustainable environment | 236 juta9,0% | | | 12. | Air dan sanitasi | 129 juta | 4,9% | | 13. | Perumahan dan masalah daerah kumuh | 17 juta | 0,6% | | 14. | Capacity building dalam perdagangan | 109 juta | 4,2% | | 15. | Pembebasan hutang | 153 juta | 5,8% |
Dalam implementasi dana kerjasama pembangunan, selain menyalurkannya melalui organisasi-organisasi multilateral, pemerintah Belanda menyalurkan juga secara bilateral. Belanda menetapkan 36 negara sebagai prioritas dalam kebijakan kerjasama pembangunan dimana Indonesia merupakan salah satu dari daftar prioritas tersebut. Ke-36 tersebut adalah: | No. | Negara | No | Negara | No. | Negara | | 1. | Afghanistan | 13. | Ethiopia | 25 | Pakistan | | 2. | Albania | 14. | Georgia | 26 | Palestina | | 3. | Armenia | 15. | Ghana | 27 | Rwanda | | 4. | Bangladesh | 16. | Guatemala | 28 | Senegal | | 5. | Benin | 17. | Indonesia | 29 | Afrika Selatan | | 6. | Bolivia | 18. | Kenya | 30 | Sri Lanka | | 7. | Bosnia Herzegovina | 19 | Macedonia | 31 | Suriname | | 8. | Burkina Faso | 20 | Mali | 32 | Tanzania | | 9. | Cape Verde | 21 | Moldova | 33 | Uganda | | 10. | Colombia | 22 | Mongolia | 34 | Vietnam | | 11. | Mesir | 23 | Mozambique | 35 | Yaman | | 12. | Eritrea | 24 | Nicaragua | 36 | Zambia |
Beberapa sektor utama kerjasama pembangunan Indonesia-Belanda adalah sebagai berikut: | No. | Sektor /program | Periode | Jumlah | Ket. | | 1. | Capacity Building | 2005-2009 | € 20 juta | Grant, sebagai Trust Fund di Bank dunia | | 2. | Penyediaan air bersih dan sanitasi | 2005-2009 | € 18.6 juta | Disalurkan melalui WASAP (Indonesia Water and Sanitation Program for water sector capacity building and sanitation sector development) | | 3. | Proyek lahan Gambut Kalteng | 2007 | € 5 juta | Melalui Wetlands International dan Wetlands International-Indonesia. | | 4. | Pendidikan | | | | | District Basic Education Programme | 2006-2009 | € 24 juta | Melalui ADB | | Program pendidikan teknis kejuruan bekerja sama dengan ILO | Mulai 2006 | € 20 juta | Bekerjasama dengan ILO | | Early Childhood Development programme | 2006 | € 20 juta | dibiayai bersama dengan Bank Dunia sebagai grant | | Perbaikan Kualitas Pendidikan Dasar dan Pelatihan Guru sebesar | 2006- | € 40 juta | Bekerjasama dengan Bank Dunia dengan grant Belanda | | Peningkatan pendaftaran anak-anak yang kurang mampu dan penanggulangan buta huruf, | 2006- | € 30 juta | Grant, telah dialokasikan. | | 5. | Good governance | | € 20 juta. | Dilaksanakan melalui organisasi-organisasi multilateral seperti World Bank, UNDP, IOM and ADB, grants | | 6. | Fasilitasi sektor swasta dan penanggulangan kemiskinan | 2006 | 190 proyek | Pemberian expertise oleh PUM | | | JUMLAH | | € 197,6 juta | |
Di bidang pendidikan, bekerjasama dengan organisasi-organisasi internasional dan pemerintah Indonesia, Belanda akan menyediakan Euro 140 juta untuk program pendidikan pada tahun 2007. Dalam hal ini, Menteri Kerjasama pembangunan Belanda Agnes van Ardenne telah meluncurkan 5 (lima) program di bidang pendidikan yang meliputi:Sektor Pendidikan | No. | Program | Periode | Jumlah | Ket. | | 1. | Dukungan pengembangan pendidikan dasar yang | 2007- | € 21 juta | 1. disalurkan melalui Bank Dunia. | | 2. | Perbaikan kualitas pendidikan dasar di Timor Barat | 2007- | € 24 juta | 2. bekerjasama dengan Asian development Bank. | | 3. | Peningkatan kualitas pelatihan guru dan pembangunan profesionalisme, pembangunan dan renovasi sekolah-sekolah, peningkatan penggunaan computer dan perbaikan manajemen sekolah | 2007- | € 11.3 juta | bekerjasama dengan Bank Dunia. | | 4. | Pengenalan mata pelajaran kewirausahaan dan mesin | 2007- | € 20 juta. | bekerja sama dengan International Labor Organization Pemda Aceh, Maluku, Papua, Sulawesi dan Timor Barat | | 5. | Dukungan pada program UNICEF untuk Papua dan Irian Jaya Barat di bidang pengenalan mata pelajaran pencegahan penyakit HIV/AIDS di sekolah-sekolah | 2007- | € 3.9 juta. | | | | JUMLAH | | € 80,2 juta | |
Saat ini, NUFFIC (The Netherlands Organization for International Cooperation in Higher Education) mengembangkan kerjasama dengan berbagai organisasi/institusi di negara berkembang dalam kerangka Multi-Year Agreement (MTA) untuk sejumlah pilot projects. Sejauh ini kerjasama NUFFIC dalam kerangka MTA masih mencakup 11 negara yaitu Ecuador, Egypt, Ethiopia, Guatemala, Macedonia, Peru, Rwanda, South Africa, Tanzania, Uganda dan Yemen. Indonesia belum termasuk dalam kerjasama MTA tersebut.
Program dalam kerangka MTA akan diperluas untuk masa yang akan datang. Kemlu Belanda telah menyetujui perluasan negara penerima proyek MTA NUFFIC sampai 36 negara. Indonesia berpeluang untuk mengajukan program tersebut dan diharapkan dapat mengusulkan agar dimasukkan dalam negara penerima. MTA difokuskan pada program bantuan pengembangan sumber daya manusia melalui pilot project untuk capacity building, berupa pelatihan, kursus jangka pendek berdasarkan tailor- made program. Kriteria penting MTA antara lain adalah sustainability dan impact. NUFFIC memprioritaskan model program Training of Trainers (TOT). Di bidang fasilitasi sektor swasta, dalam rangka program cooperation with emerging markets (PSOM) beberapa proyek yang akan dilaksanakan mulai 1 Januari 2007 s/d 31 Desember 2008 dan telah disetujui adalah: § Indonesia’s first bio secure indoor shrimp farm di Palembang, dengan nilai proyek EUR 1.119.120 dan kontribusi EVD senilai EUR 559.560 (grant). Penerima Proyek adalah PT Agribistan dan Froconsur Overseas BV. § Aloe Vera Processing on Bali Medicine against unemployment, di Kab. Gianyar, nilai proyek EUR 1.1490.494, dan kontribusi EVD EUR 745.247 (grant). Penerima proyek adalah PT Aloe Vera Bali dan Heusden Veste BV. § Multi Functional Cardiovascular Infrastructure Indonesia, Depok, nilai proyek EUR 1.059.246, dan kontribusi EVD senilai EUR 529.623 (grant). Penerima proyek adalah PT Diagram Healthcare Indonesia dan Diagram BV. § CINCO-added value to spices by means of supply chain control and processing, senilai EUR 1.235.582 dengan kontribusi EVD sebesar Euro 617.791. Penerima proyek adalah PT van Buchem Indonesia PMA dan Koninklijke Euroma BV. Sebagai catatan, proyek-proyek dalam kerangka PSOM dilakukan melalui joint venture. Usulan proyek dilakukan oleh perusahaan Belanda yang telah bermitra dengan perusahaan Indonesia. PSOM lebih diarahkan pada proyek-proyek kecil dan menengah dengan nilai paling tinggi 1,5 juta Euro per proyek. Pembiayaan awal proyek dilakukan oleh perusahaan penerima, dan selanjutnya diajukan reimbusersement ke EVD. EVD menyediakan grant 50% dari nilai proyek. Kriteria utama seleksi proyek adalah: § Adanya kerjasama antar perusahaan Indonesia dan Belanda; § Merupakan proyek komersial (economically viable). § Kemampuan perusahaan calon penerima proyek (finansial, SDM dan tenaga kerja, teknologi, dll.) § Development impacts seperti penyerapan tenaga kerja baik langsung maupun tidak langsung, alih teknologi, dampak sosial, lingkungan, dll. Dalam rangka mendorong pengusaha Belanda untuk melakukan usaha dan investasi di Indonesia, dan menjalin kemitraan dengan pengusaha Indonesia Pemerintah Belanda memberikan subsidi kepada perusahaan, perguruan tinggi, instansi dan yayasan Belanda untuk jangka waktu 5 tahun (2007-2011) sebesar € 3.628.000. pertahun. Fasilitas tersebut diberikan maksimal 80% dari nilai proyek, dan secara nominal maksimal € 600.000. Evaluasi dan kajian atas kelayakan proyek dilaksanakan oleh The Netherlands Organisation for International Cooperation in Higer Education (NUFFIC), Kedubes Belanda di Jakarta dan EVD (International Business and Cooperation/ International Ondernemen en Samenwerken).
|