Kebijakan Dan Kerjasama Pembangunan Bilateral Indonesia-Belanda PDF Cetak E-mail
Rabu, 26 September 2007

Saat ini program bantuan pembangunan ekonomi Belanda lebih diarahkan pada dukungan pelaksanaan Millenium Development Goals. Dalam hal ini, Belanda berkeinginan untuk memberikan bantuan perdagangan, subsidi, hutang, pengembangan lingkungan yang berkelanjutan dan penyediaan obat-obatan yang terjangkau bagi semua masyarakat.

Belanda mengalokasikan 0,8% Gross Domestic Product-nya untuk kerjasama pembangunan (Official Development Assistance), untuk 2007, jumlah alokasi kerjasama pembangunan mencapai EUR 4,646 milyar.Kebijakan ODA dalam konteks MDGs, difokuskan pada sector-sektor antara lain lingkungan yang berkelanjutan, pembebasan hutang, air dan sanitasi, capacity building di bidang perdagangan dan pendidikan, dengan rincian sebagai berikut:

No.SektorJumlah (USD)% ODA
1.Pangan dan perikanan9 juta0,3%
2.Pendidikan dasar139 juta5,3%
3.Kesetaraan gender25 juta0,9
4.Pekerjaan produktif untuk pemuda17 juta0,6%
5.Pendidikan menengah dan atas135 juta5,2%
6.Penanggulangan kematian anak21 juta0,8%
7.Kesehatan ibu28 juta1,1%
8.Penanggulangan HIV/AIDS67 juta2,6%
9.Penanggulangan malaria dan penyakit lainnya15 juta0,6%
10.Kesehatan76 juta2,9%
11.Sustainable environment236 juta9,0% 
12.Air dan sanitasi129 juta4,9%
13.Perumahan dan masalah daerah kumuh 17 juta0,6%
14.Capacity building dalam perdagangan109 juta4,2%
15.Pembebasan hutang153 juta5,8%

Dalam implementasi dana kerjasama pembangunan, selain menyalurkannya melalui organisasi-organisasi multilateral, pemerintah Belanda menyalurkan juga secara bilateral. Belanda menetapkan 36 negara sebagai prioritas dalam kebijakan kerjasama pembangunan dimana Indonesia merupakan salah satu dari daftar prioritas tersebut. Ke-36 tersebut adalah:

No.NegaraNoNegaraNo.Negara
1.Afghanistan13.Ethiopia25Pakistan
2.Albania14.Georgia26Palestina
3.Armenia15.Ghana27Rwanda
4.Bangladesh16.Guatemala28Senegal
5.Benin17.Indonesia29Afrika Selatan
6.Bolivia18.Kenya30Sri Lanka
7.Bosnia Herzegovina19Macedonia31Suriname
8.Burkina Faso20Mali32Tanzania
9.Cape Verde21Moldova33Uganda
10.Colombia22Mongolia34Vietnam
11.Mesir23Mozambique35Yaman
12.Eritrea24Nicaragua36Zambia
Beberapa sektor utama kerjasama pembangunan Indonesia-Belanda adalah sebagai berikut:
No.Sektor /programPeriodeJumlah Ket.
1.Capacity Building 2005-2009€ 20 juta Grant, sebagai Trust Fund di Bank dunia
2.Penyediaan air bersih dan sanitasi 2005-2009€ 18.6 jutaDisalurkan melalui WASAP  (Indonesia Water and Sanitation Program for water sector capacity building and sanitation sector development)
3.Proyek lahan Gambut Kalteng2007€ 5 jutaMelalui Wetlands International dan Wetlands International-Indonesia.
4.Pendidikan   
District Basic Education Programme2006-2009€ 24 juta Melalui ADB
Program pendidikan teknis kejuruan bekerja sama dengan ILO Mulai 2006€ 20 juta Bekerjasama dengan ILO
Early Childhood Development programme 2006€ 20 juta dibiayai bersama dengan Bank Dunia sebagai grant
Perbaikan Kualitas Pendidikan Dasar dan Pelatihan Guru sebesar 2006-€ 40 juta  Bekerjasama dengan Bank Dunia dengan grant Belanda
Peningkatan pendaftaran anak-anak yang kurang mampu dan penanggulangan buta huruf, 2006-€ 30 juta Grant, telah dialokasikan.  
5.Good governance € 20 juta.Dilaksanakan melalui organisasi-organisasi multilateral seperti World Bank, UNDP, IOM and ADB, grants
6.Fasilitasi sektor swasta dan penanggulangan kemiskinan2006190 proyek Pemberian expertise oleh PUM
 JUMLAH € 197,6  juta 

Di bidang pendidikan, bekerjasama dengan organisasi-organisasi internasional dan pemerintah Indonesia, Belanda akan menyediakan Euro 140 juta untuk program pendidikan pada tahun 2007. Dalam hal ini, Menteri Kerjasama pembangunan Belanda Agnes van Ardenne telah meluncurkan 5 (lima) program di bidang pendidikan yang meliputi:Sektor Pendidikan

No.ProgramPeriodeJumlah Ket.
1.Dukungan pengembangan pendidikan dasar yang 2007-21 juta1.       disalurkan melalui Bank Dunia. 
2.Perbaikan kualitas pendidikan dasar di Timor Barat 2007-24 juta2.       bekerjasama dengan Asian development Bank.
3.Peningkatan kualitas pelatihan guru dan pembangunan profesionalisme, pembangunan dan renovasi sekolah-sekolah, peningkatan penggunaan computer dan perbaikan manajemen sekolah 2007-  11.3 juta  bekerjasama dengan Bank Dunia.
4.Pengenalan mata pelajaran kewirausahaan dan mesin 2007- 20 juta.bekerja sama dengan International Labor Organization Pemda Aceh, Maluku, Papua, Sulawesi dan Timor Barat
5.Dukungan pada program UNICEF untuk Papua dan Irian Jaya Barat di bidang pengenalan mata pelajaran pencegahan penyakit HIV/AIDS di sekolah-sekolah 2007-3.9 juta. 
 JUMLAH  € 80,2 juta 

Saat ini, NUFFIC (The Netherlands Organization for International Cooperation in Higher Education) mengembangkan kerjasama dengan berbagai organisasi/institusi di negara berkembang dalam kerangka Multi-Year Agreement (MTA) untuk sejumlah pilot projects. Sejauh ini kerjasama NUFFIC dalam kerangka MTA masih mencakup 11 negara yaitu Ecuador, Egypt, Ethiopia, Guatemala, Macedonia, Peru, Rwanda, South Africa, Tanzania, Uganda dan Yemen. Indonesia belum termasuk dalam kerjasama MTA tersebut.

Program dalam kerangka MTA akan diperluas untuk masa yang akan datang. Kemlu Belanda telah menyetujui perluasan negara penerima proyek MTA NUFFIC sampai 36 negara. Indonesia berpeluang untuk mengajukan program tersebut dan diharapkan dapat mengusulkan agar dimasukkan dalam negara penerima. MTA difokuskan pada program bantuan pengembangan sumber daya manusia melalui pilot project untuk capacity building, berupa pelatihan, kursus jangka pendek berdasarkan tailor- made program. Kriteria penting MTA antara lain adalah sustainability dan impact. NUFFIC memprioritaskan model program Training of Trainers (TOT). Di bidang fasilitasi sektor swasta, dalam rangka program cooperation with emerging markets (PSOM) beberapa proyek yang akan dilaksanakan mulai 1 Januari 2007 s/d 31 Desember 2008 dan telah disetujui adalah: 

§         Indonesia’s first bio secure indoor shrimp farm di Palembang, dengan nilai proyek
      EUR 1.119.120  dan kontribusi EVD senilai EUR 559.560 (grant). Penerima
      Proyek adalah PT Agribistan dan Froconsur Overseas BV.

§         Aloe Vera Processing on Bali Medicine against unemployment, di Kab. Gianyar, nilai
      proyek EUR 1.1490.494, dan kontribusi EVD EUR 745.247 (grant). Penerima proyek
      adalah PT Aloe Vera Bali dan Heusden Veste BV.

§         Multi Functional Cardiovascular Infrastructure Indonesia, Depok, nilai proyek
      EUR 1.059.246, dan kontribusi EVD senilai EUR 529.623 (grant). Penerima
      proyek adalah PT Diagram Healthcare Indonesia dan Diagram BV.

§         CINCO-added value to spices by means of supply chain control and processing,
      senilai EUR 1.235.582 dengan kontribusi EVD sebesar Euro 617.791.
Penerima
      proyek adalah PT van Buchem Indonesia PMA dan Koninklijke Euroma BV.   
 

Sebagai catatan, proyek-proyek dalam kerangka PSOM dilakukan melalui joint venture. Usulan proyek dilakukan oleh perusahaan Belanda yang telah bermitra dengan perusahaan Indonesia. PSOM lebih diarahkan pada proyek-proyek kecil dan menengah dengan nilai paling tinggi 1,5 juta Euro per proyek. Pembiayaan awal proyek dilakukan oleh perusahaan penerima, dan selanjutnya diajukan reimbusersement ke EVD. EVD menyediakan grant 50% dari nilai proyek. Kriteria utama seleksi proyek adalah:

§         Adanya kerjasama antar perusahaan Indonesia dan Belanda;

§         Merupakan proyek komersial (economically viable).

§         Kemampuan perusahaan calon penerima proyek (finansial, SDM dan tenaga kerja,
      teknologi, dll.)

§         Development impacts seperti penyerapan tenaga kerja baik langsung maupun
      tidak langsung, alih teknologi, dampak sosial, lingkungan, dll.
 

Dalam rangka mendorong pengusaha Belanda untuk melakukan usaha dan investasi di Indonesia, dan menjalin kemitraan dengan pengusaha Indonesia Pemerintah Belanda memberikan subsidi  kepada perusahaan, perguruan tinggi, instansi dan yayasan Belanda untuk jangka waktu 5 tahun (2007-2011) sebesar  € 3.628.000. pertahun. Fasilitas tersebut diberikan maksimal 80% dari nilai proyek, dan secara nominal  maksimal € 600.000. Evaluasi dan kajian atas kelayakan proyek dilaksanakan oleh The Netherlands Organisation for International Cooperation in Higer Education (NUFFIC), Kedubes Belanda di Jakarta dan EVD (International Business and Cooperation/ International Ondernemen en Samenwerken).

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Copyright © 2008 indonesia.nl
KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA
Tobias Asserlaan 8, 2517 KC Den Haag