|
RATU BEATRIX MENGUNJUNGI PAVILIUN INDONESIA PADA PASAR MALAM TONG-TONG 2008 |
|
|
|
|
Kamis, 22 Mei 2008 |
|
Pada tanggal 21 Mei 2008, Ratu Kerajaan Belanda, Beatrix, telah membuka secara resmi Pasar Malam Besar Tong-Tong di Lapangan Maliveld, Den Haag. Tahun ini, Pasar Malam Tong-Tong (21 Mei-1 Juni 2008) telah memasuki usia ke-50 tahun dengan ditandai perayaan golden jubilee yang diliput luas oleh media massa Belanda/luar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Setelah acara pembukaan, Ratu Beatrix didampingi sejumlah pejabat tinggi Kerajaan Belanda berkesempatan untuk berkunjung ke Paviliun Indonesia dan disambut langsung oleh Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, Junus Effendi Habibie.  Belanda merupakan salah satu negara mitra utama Indonesia di Eropa di bidang pariwisata, perdagangan dan investasi. Belanda saat ini menduduki posisi ke-13 sebagai investor terbesar Indonesia dengan total investasi sebesar USD 7.71 milyar. Di bidang perdagangan, dalam kurun lima tahun terakhir perdagangan kedua negara selalu menunjukkan surplus bagi Indonesia. Total volume perdagangan Indonesia-Belanda pada tahun 2007 mencapai USD 3.858.393 dengan nilai surplus untuk Indonesia sebesar USD 1.907.476, untuk pariwisata, jumlah wisatawan Belanda yang berkunjung ke Indonesia setiap tahun cenderung meningkat dan untuk tahun 2007 diperkirakan melebihi 150 ribu orang untuk masa tinggal lebih dari 2 Minggu.  Pasar Malam Tong-Tong merupakan program kerja KBRI Den Haag dan Pemerintah Pusat/Daerah untuk mendongkrak peningkatan kerjasama bilateral Indonesia-Belanda di bidang investasi, perdagangan dan sosial budaya. Event tersebut merupakan pameran terbesar di Belanda untuk produk-produk Indonesia dan terbesar di dunia untuk pameran Euroasia, dengan rata-rata kehadiran sampai 130.000 pengunjung setiap tahunnya baik dari dalam negeri Belanda maupun negara-negara sekelilingnya.  Dalam rangka promosi terpadu Trade, Tourism and Investment (TTI), KBRI Den Haag bekerjasama dengan PT. Syabata Cemerlang dan Yayasan Tong-Tong telah membuka “Paviliun Indonesia”. Adapun cluster yang dikoordinir KBRI Den Haag didukung oleh 18 stands/booth pengusaha binaan BPEN, booth BKPM, booth Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, booth Pemprov. Jawa Barat, booth Pemprov. Kepulauan Riau, KBRI Den Haag dan ODW KBRI Den Haag.
|