|
THE BORNEO INITIATIVE DAN SERTIFIKASI HUTAN |
|
|
|
|
Kamis, 28 Pebruari 2008 |
|
Sebagai upaya mendukung kebijakan nasional meningkatkan sustainable forest management dan pencegahan illegal logging, KBRI Den Haag terus melakukan pendekatan dengan mitra yang berpengaruh di Belanda untuk memperkuat pasar di Belanda dan UE dari aspek supply dan mendukung langkah dan kebijakan Pemri di bidang ini. Salah satu pemain kunci dalam hal ini adalah Forest Stewardship Council (FSC), suatu organisasi non pemerintah namun memiliki jaringan yang sangat luas di kalangan pebisnis perkayuan, furniture, dan konstruksi bangunan di Belanda. Saat ini anggota FSC Belanda telah mencapai 144 perusahaan. Selama ini FSC sepakat dengan KBRI untuk melakukan pendekatan 3 pilar: pembangunan sosial, pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan. Untuk tujuan tersebut, FSC bekerja sama dengan KBRI sedang mempersiapkan “The Borneo Initiative” untuk: Meningkatkan sustainable demand dan supply kayu-kayu yang dikelola dan diproduksi secara berkesinambungan dengan menargetkan pembangunan 150.000 rumah baru di Belanda bersertifikat FSC. Dukungan terhadap Pemri untuk mencegah illegal logging dan illegal timber trade melalui tracking system dan sertifikasi; Memobilisasi dana untuk mendukung pelaksanaan “The Borneo Initiative”.
Prospek pasar di Eropa untuk produk-produk kayu bersertifikat FSC sangat tinggi. Banyak konsumen dan pengusaha di Belanda dan Eropa bersedia membeli kayu bersertifikat FSC dengan harga tinggi karena pertimbangan faktor kelestarian lingkungan hidup dan hutan. FSC merencanakan untuk terus meningkatkan pangsa pasar produk-produk kayu tersebut di Eropa. Dalam kurun 4-5 tahun yang akan datang, mereka menargetkan pengembangan pasar di Inggris, Perancis, Belanda dan Jerman. Meningkatnya pasar produk kayu legal bersertifkasi di Eropa dengan harga premium, pada gilirannya akan menekan pasar-pasar kayu illegal di beberapa negara yang ditengarai menjadi harbour kayu-kayu illegal dari Indonesia.
|