|
KNPI Provinsi Maluku: Ambon Sudah Aman |
|
|
|
|
Senin, 03 Oktober 2011 |
|
Beberapa delegasi internasional, di antaranya Amerika Serikat dan Inggris, membatalkan kunjungan ke Ambon terkait kerusuhan sektarian dua pekan lalu di ibukota provinsi Maluku. Mereka diharapkan menghadiri Konferensi Pemuda Internasional di Ambon yang diselenggarakan dari 30 September hingga 2 Oktober. Juga Belanda mengirim delegasi ke Maluku.
"Konferensi di Ambon semacam silahturahmi pemuda internasional yang diselenggarakan dalam rangka menyamakan persepsi terhadap konteks perdamaian untuk kepentingan internasional," demikian Syaeful Chaniago, wakil ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) provinsi Maluku.
Travel warning Sebanyak 125 delegasi internasional mendaftarkan diri sebagai peserta. Tapi akibat insiden 11 September di Ambon dan serangan bom Solo 25 September, ada beberapa negara yang mengundurkan diri, di antaranya Amerika Serikat, Inggris dan Australia. "Itu ada travel warning dari negara mereka," ungkap Syaeful.
KNPI provinsi Maluku sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah Maluku dan menyurati pemerintah pusat untuk meyakinkan negara-negara yang akan datang bahwa Ambon itu damai. "Tapi terkait dengan travel warning kita tidak tahu apa yang menyebabkan mereka nggak datang ke Ambon."
Konfrensi Pemuda Internasional akan membahas kepentingan pemuda secara internasional. Topik utamanya adalah persoalan perdamaian. Menurut Syaeful topik ini penting karena belakangan ini stabilitas dunia kurang bagus.
Perdamaian "Kalau dilihat dari kacamata stabilitas keamanan, maka selaku pemuda internasional dan pemuda di Indonesia, kita sangat mengharapkan ada sebuah keharmonisasian antara seluruh pemuda dunia, yang nantinya kita akan menambahkan persepsi di kota Ambon sebagai kota perdamaian, dengan adanya situs perdamaian yaitu Gong Perdamaian."
Konferensi Pemuda Internasional sama sekali tidak terkait kerusuhan terakhir di Ambon, kata Syaeful Chaniago. "Insiden kemarin kita anggap sebagai kesalahpahaman saja yang mungkin diprovokasi pihak-pihak tertentu, yang berakhir dalam bentrok. Itu persoalan yang terlalu kecil yang kita tidak membicarakan ini."
Seratus persen aman Syaeful menambahkan situasi di Ambon kini sudah aman. "Nggak ada masalah lagi terkait dengan keamanan. Keamanan sudah seratus persen seperti sediakala lagi. Sudah tidak ada masalah lagi kalau persoalan keamanan."
|