|
No. 193/PR/XI/2011/53 Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Departemen Luar Negeri bekerjasama dengan Pusat Studi Kawasan Asia Tenggara menyelenggarakan Lokakarya Penanganan Potensi Konflik di Laut China Selatan (LCS) ke-21 (21st Workshop on Managing Potential Conflicts in the South China Sea) di Surakarta (Solo) pada tanggal 9-11 November 2011. Pembukaan acara Lokakarya LCS ke-21 akan dilakukan oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI pada kesempatan acara jamuan santap malam bagi peserta yang diselenggarakan oleh Wali Kota Solo bertempat di kediaman resminya. Dimulai sejak tahun 1990, Lokakarya yang merupakan inisiatif Indonesia ini diselenggarakan setiap tahunnya di Indonesia. Keberhasilan Lokakarya yang diikuti oleh para peserta dalam forum second track dan dalam kapasitas pribadi, telah diakui oleh banyak pihak di luar negeri sebagai role model upaya penanganan konflik teritorial yang diharapkan dapat diterapkan di kawasan lain. Pada penyelenggaraannya yang ke-21 kali ini, Lokakarya akan dihadiri oleh 11 Participating Authorities (Brunei Darussalam, China, Filipina, Indonesia, Kamboja, Lao PDR, Malaysia, Singapura, Chinese-Taipei, Thailand, Vietnam) dan 1 Observer (Myanmar). Adanya klaim dan counter klaim wilayah di LCS menyebabkan wilayah tersebut rawan terhadap potensi konflik diantara negara-negara di kawasan. Terkait dengan hal tersebut, Lokakarya LCS ini dimaksudkan sebagai bagian dari preventive diplomacy dalam politik luar negeri Indonesia, melalui pengupayaan confidence building process dalam bentuk kerjasama di berbagai bidang yang bersifat umum, tidak sensitif dan menjadi perhatian serta kepentingan bersama, antara lain penelitian ilmiah kelautan, oceanografi, disaster mitigation, ocean acidification dan lingkungan laut. Penyelenggaraan Lokakarya akan diawali dengan penyelenggaraan pertemuan Working Group pada tanggal 9 November 2011 untuk membahas progress report proyek The Study of Tides and Sea Level Change and Their Impacts on Coastal Environment in the South China Sea Affected by Potential Climate Change. Di samping itu, pada acara Working Group akan dipresentasikan pula 3 (tiga) topik bahasan dengan tema: (1) Modelling of Storm Tide Flooding along Northern Coasts of Java and Kalimantan Generated by Tropical Cyclones in the South China Sea (ITB, Indonesia), (2) In Search of a Rule based Mechanism in the South China Sea as part of the Regional and Global Ocean Observing System Through a Collaborative Operational Oceanography and Disaster Mitigation (BPPT, Indonesia), dan (3) Ocean Acidification in the South China Sea Affected by Global Warming (Academia Sinica, Chinese Taipei). Pada sesi Lokakarya LCS ke-21 pada tanggal 10-11 Novermber 2011 akan dibahas laporan tentang agreed and proposed projects, assessment and the future direction of the workshop, serta statement of the workshop sebagai hasil akhir dari Lokakarya LCS ke-21. Laporan proyek yang akan dibahas terkait Regional Cooperation in the Field of Marine Science and Information Network in the South China Sea Including Data base Information Exchange and Networking Project (China), The Study of Tides and Sea Level Change and Their Impacts on Coastal Environment in the South China Sea Affected by Potential Climate Change (Indonesia), Search and Rescue and Illegal Acts at Sea including Piracy and Armed Robbery (Malaysia), dan South-east Asia Network for Education and Training/SEA-NET (merupakan joint project China dan Chinese Taipei sejak tahun 2010). (sumber: Pusat P2K OI)
|