Siaran Pers Bersama PDF Cetak E-mail
Rabu, 09 November 2011

2011 ASEAN BUSINESS AND INVESTMENT SUMMIT
Memperdalam Kemitraan Internal dan Eksternal ASEAN, Menjawab Tantangan Global

Jakarta, 9 November 2011 - Bertempat di Auditorium Kementerian Perdagangan RI, hari ini, Rabu (9/11) berlangsung konferensi pers mengenai rencana penyelenggaraan 2011 ASEAN Business and Investment Summit pada 16-18 November 2011 di Nusa Dua, Bali. Hadir memberikan penjelasan adalah Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan didampingi oleh Chairman of ASEAN Business Advisory Council (ABAC) Anangga Roosdiono, serta Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sofjan Wanandi.
ASEAN Business and Investment Summit merupakan agenda tahunan ABAC yang diadakan di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN. Tahun ini, yang merupakan tahun kepemimpinan Indonesia di ASEAN, acara ASEAN Business and Investment Summit akan diikuti oleh sejumlah Kepala Negara atau Pemerintahan serta para Menteri ASEAN dan Mitra Dialog ASEAN. “Penyelenggaraan Business and Investment Summit ini bersamaan dengan berkembangnya kekhawatiran bahwa perekonomian dunia akan kembali melemah sebagai dampak dari krisis keuangan di Uni Eropa. Tidak mengherankan, banyak peserta dari kalangan bisnis terkemuka dan para Menteri bahkan Kepala Negara atau Pemerintahan merasa berkepentingan untuk hadir,” jelas Menteri Perdagangan.
ASEAN Business and Investment Summit kali ini merupakan penyelenggaraan yang ke-8 dan akan mengusung tiga tema utama untuk dibahas pada 17 dan 18 November 2011. Ketiga tema tersebut adalah: (a) Re-envisioning the 21st Century Global Economic Architecture; (b) ASEAN: the Harbour of Investment; dan (c) Strengthening Partnerships amidst Uncertainty. Tema pertama khususnya terkait dengan situasi perekonomian global saat ini dan dampaknya pada proses integrasi ekonomi ASEAN menuju ASEAN Economic Community 2015. Menteri Perdagangan menggarisbawahi “Tentunya semua negara merasa prihatin atas perkembangan perekonomian Uni Eropa serta lemahnya pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat. Namun justru di saat seperti inilah ASEAN harus dapat memanfaatkan momentum dengan meningkatkan gravitasi ASEAN sebagai pusat kegiatan ekonomi yang sedang tumbuh kuat di kawasan ini, yang diharapkan dapat ikut memperkecil dampak krisis secara global. Ini dapat menjadi sumbangan tersendiri dari ASEAN kepada masyarakat dunia,” imbuh Gita Wirjawan.
Hal yang menarik dalam perkembangan beberapa bulan dan tahun terakhir ini adalah bahwa ASEAN telah menjadi salah satu tujuan investasi yang paling diminati. Dalam kesempatan ASEAN Business and Investment Summit, para peserta akan membahas lebih dalam potensi investasi yang ada di ASEAN dan mengidentifikasi langkah-langkah yang perlu ditempuh untuk lebih mendorong investasi dari dalam ASEAN sendiri dan menarik investasi dari luar ASEAN. Selama beberapa tahun ini, ASEAN sendiri merupakan satu dari tiga sumber utama FDI di ASEAN. Ini menunjukkan potensi ASEAN untuk meningkatkan integrasi ekonominya menuju ASEAN Economic Community pada tahun 2015.
Hal yang tidak kalah pentingnya adalah upaya meningkatkan kemitraan ASEAN dengan negara mitra utama. Diangkatnya isu ini sebagai salah satu tema sebetulnya juga sangat erat kaitannya dengan situasi perekonomian dunia saat ini. Sebagaimana dipercaya oleh banyak pengamat ekonomi, Asia Timur kini berkembang menjadi pusat pertumbuhan baru melengkapi Amerika Serikat dan Uni Eropa yang peranannya sedang melemah. ASEAN tepat berada di lingkar dalam perekonomian Asia Timur, bahkan berhasil menciptakan jejaring kerja sama perdagangan bebas dengan negara-negara penting di kawasan ini, yakni RRT, Korea, Jepang, Australia-New Zealand, dan India. “Saya kira baru ASEAN yang dapat menciptakan network of FTAs di kawasan ini, dan ASEAN harus dapat memainkan peran dalam mengarahkan network ini ke depan,” tambah Mendag.
Dalam ASEAN Business and Investment Summit kali ini, pembahasan kemitraan ASEAN dengan negara mitranya akan difokuskan pada ASEAN-Korea, ASEAN-Jepang, ASEAN-India, ASEAN-Amerika Serikat, dan ASEAN-Australia. Hal ini tidak berarti bahwa negara mitra ASEAN lainnya yakni RRT dianggap tidak penting. Dalam rangkaian KTT di Bali nanti, akan diselenggarakan pula ASEAN-China Commemorative Summit yang menandai kemitraan ASEAN dengan RRT selama 20 tahun. Untuk itu, Perdana Menteri RRT Wen Jiabao dijadwalkan ikut memberikan sambutan kunci pada ASEAN Business and Investment Summit ini.
Diorganisir bersama oleh ABAC, APINDO, BKPM dan Kementerian Perdagangan, serta didukung penuh oleh Kantor Menko Perekonomian dan KADIN Indonesia, ASEAN Business and Investment Summit kali ini akan memberi warna tersendiri dalam hubungan kemitraan antara pemerintah dan kalangan bisnis dengan kehadiran tokoh-tokoh penting dunia usaha dan pemerintahan. “Kita harapkan hasil-hasil dari ASEAN Business and Investment Summit ini dapat dilaporkan kepada para Pemimpin ASEAN pada sore hari tanggal 18 November sebagai masukan bagi pemerintah ASEAN untuk melakukan berbagai perbaikan,” imbuh Mendag menutup keterangannya.

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Other Press Release
Copyright © 2008 indonesia.nl
KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA
Tobias Asserlaan 8, 2517 KC Den Haag