|
No. 187/PR/X/2011/53
Palestina berminat eksplorasi area kerja sama yang lebih luas dalam bidang energi dengan Indonesia. Hal ini disampaikan Dubes Palestina untuk Indonesia, H.E. Fariz N. Mehdawi, pada pidato penutupan Introductory Course on Integrated Energy Planning and Long-range Energy Alternatives Planning (LEAP) Model di Hotel Morrissey, Jakarta, (Jumat, 21/10). Kerja sama di sektor energi dengan Indonesia semakin relevan dengan rencana Palestina untuk mengatur strategi pemanfaatan sumber daya energi yang masih menghadapi sejumlah tantangan di Palestina. Dalam kaitan itu, pelatihan yang diselenggarakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) di bawah rerangka New Asian African Strategic Partnership (NAASP) telah menginspirasi para peserta pelatihan untuk menerapkan metode kalkulasi energi yang digunakan Indonesia di Palestina. “Indonesia merupakan mitra yang sempurna”, tegas Dubes Mehdawi. Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa meski berlangsung dalam waktu yang relatif singkat, yakni lima hari, pelatihan berhasil mencapai seluruh tujuan pelatihan terkait kompetensi bidang energi serta mempererat interaksi kedua bangsa. Dalam kaitan itu beliau berharap gagasan untuk meluncurkan Palestine Friendship Society with Indonesia, sebagai jembatan yang menghubungkan para alumni Palestina peserta program pembangunan kapasitas oleh Pemerintah RI (Pemri) serta mitra terkait di Indonesia, dapat segera terwujud. Hal senada semakin dikuatkan dengan pernyataan Shadia O. Qamya, mewakili kesepuluh peserta Palestina, yang menyampaikan bahwa pelatihan sangat efektif sebagai wahana alih ilmu pengetahuan antara praktisi energi Indonesia dengan para peserta Palestina. Selain itu, ia mengaku memperoleh kesan yang mendalam mengenai kemurahan hati dan keramahan masyarakat Indonesia dan berharap kemitraan semacam itu dapat terus berlanjut di masa depan. Direktur Kerja Sama Intrakawasan Asia Pasifik dan Afrika Kemlu, Arto Suryodipuro, dalam pidatonya menyambut baik perluasan pembangunan kapasitas untuk Palestina di sektor energi. Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa selain meningkatkan kompetensi dan kerja sama teknis antara Palestina dan Indonesia, NAASP Capacity Building Programs for Palestine telah terbukti mendorong people-to-people contact sebagai pengejawantahan multi-track diplomacy Pemri. Dalam rerangka NAASP Capacity Building Programs for Palestine, sejak tahun 2008 Indonesia telah memberikan pelatihan bagi 225 peserta Palestina melalui 45 program di berbagai bidang di samping energi, seperti: infrastruktur, kesehatan, industri, dan diplomasi.
|