
Meteri Kelautan dan Perikanan Sharif C Sutardjo mengatakan Produk Domestik Bruto (PDB) perikanan melebihi sektor pertanian lainnya, karena pertumbuhan pada 2007-2010 mencapai 27,3 persen/tahun.
"Melihat pertumbuhan PDB sektor perikanan dapat dikatakan tertinggi dibandingkan dengan bidang pertanian lainnya," kata Menteri KP dalam siaran pers di Bungus Padang, Selasa.
Dia menjelaskan, pada triwulan III tahun 2011, kontribusi PDB perikanan terhadap PDB kelompok pertanian mencapai 19,85 persen atau berada pada urutan kedua setelah bahan makanan.
Hal itu menunjukan sektor perikanan cukup berpotensial untuk dikembangkan, makanya berbagai program prioritas menjadi perhatian KKP untuk berdaya saing dan bernilai tambah.
Sementara itu, kenaikan produksi perikanan tangkap mengalami kenaikan secara signifikan, dimana pada 2009 sebesar 5,1 juta ton menjadi 5,3 juta ton pada 2010.
Kemudian pada 2011 menjadi 5,4 juta ton atau mengalami kenaikan sekitar 1,79 persen dan pencapaian nilai ekspor dalam kurun waktu 2007--2011 mengalami peningkatan rata-rata lebih tinggi, yakni sebesar 9,72 persen/tahun.
Ia mengatakan, sebagai catatan pada 2009 nilai ekspor sebesar 2,48 miliar dolar, dan pada 2010 menjadi 2,8 miliar dolar dan melonjak pada 2011 sebesar 3,2 miliar dolar.
Justru itu, KKP terus berupaya dalam meningkatan sumber daya manusia, sehingga ke depan para nelayan dan tenaga kerja menjadi terdidik.
"Salah satunya melalui kegiatan penyuluhan perikanan dalam rangka mendorong percepatan permbangunan sektor kelautan dan perikanan perlu dilakukan pengembangan ekonomi berbasis wawasan yang terintegrasi, efesien dan berkualitas," ujar Sharif.
Menurut dia, kebijakan industrialisasi sektor kelautan dan perikanan bertujuan untuk memiliki daya saing di pasar global dan bernilai tambah.
Jadi, sudah saatnya Indonesia tak lagi mengekspor ikan mentah tetapi perlu didorong industrialisasi diharapkan terjadi setara antara produk hulu dan hilir.
Menteri menyontohkan, biasanya hanya menjual 1.000 dolar untuk satu ton dan dapat ditingkatkan 3--4 ribu dolar per ton sehingga ada peningkatan nilai jual dan memberi dampak terhadap pendapatan nelayan.
Menteri Kelautan dan Perikanan melakukan kunjungan kerja ke Sumbar dengan sejumlah agenda. Selain menghadiri Gempita Regional wilayah Sumatera di PPS Bungus Padang.
Menteri juga menandatangani prasasti Kantor Koordinator Penyuluhan Regional Sumatera, Loka Penelitian Sumber Daya dan Kerentanan Pesisir (LPSDKP) dan Kantor Administrasi Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bungus.
Selain itu, menteri juga melakukan penebaran benih ikan bandeng sebanyak 540 ribu ekor di kolam payau yang dikembangkan kelompok nelayan di Kabupaten Padang Pariaman.