|
Ini Dia Momentum Positif di Balik Anjloknya IHSG |
|
|
|
|
Senin, 04 Juni 2012 |
|
Belum stabilnya kondisi bursa global membuat bursa Indonesia dan rupiah terus mengalami koreksi dan pelemahan sepanjang Mei, sehingga menjadi salah satu periode terburuk bagi pergerakan IHSG pada 2012 ini.
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito mengatakan penurunan indeks ini dapat dijadikan sebagai momentum yang positif bagi para investor lokal untuk kembali masuk ke pasar modal.
"Hal ini juga seiring dengan keluarnya investor asing dan adanya volatilitas pasar valas Indonesia. Namun ini biasanya hanya dalam jangka waktu pendek saja," urainya di Jakarta, Senin (4/6).
Menurut Ito, fenomena keluarnya investor asing ini merupakan jangka pendek. "Jadi dapat dipastikan nantinya akan kembali membaik lagi," ucapnya
Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang dalam risetnya Senin mengatakan, setelah kejatuhan parah sebesar 9,28 persen, membuat IHSG menjadi semakin menarik karena mayoritas harga saham menjadi jauh lebih murah.
Senior Research HD Capital Yuganur Wijanarko dalam risetnya mengatakan koreksi terhadap indeks ini merupakan imbas dari cerminan seputar krisis utang Spanyol.
Selain itu data ekonomi Amerika Serikat yang di bawah ekpektasi serta pertumbuhan China yang ditakutkan akan terus melambat, kata Senior Research HD Capital Yuganur Wijanarko.
Yuganur mengungkapkan secara bulanan IHSG ditutup di bawah 4.050, namun mingguan di bawah 3.800.
"Sinyal tren naik sudah berubah negatif sehingga rekomendasinya adalah melakukan akumulasi on weakness dan berhati-hati dalam mengejar rally," ujarnya.
Meski demikian, katanya, beberapa hal positif seperti rupiah yang berkisar 9.400-an dan minyak di bawah US$90 per barel sebenarnya bagus untuk Indonesia.
"Karena ketakutan untuk menaikkan harga BBM seperti ketika harga minyak mentah berada di atas US$110 per barel pada April 2012 lalu mulai mereda," ujarnya.
Di sisi lain, kata dia penurunan indeks merupakan kesempatan bagi investor untuk mengoleksi saham-saham berkapitalisasi besar. Media Indonesia
|