
President ASEAN Inter Parliamentary Assembly (AIPA) DPR RI Marzuki Alie menyatakan ASEAN saat ini masih menghadapi berbagai tantangan dalam menghadapi integrasi ASEAN yang lebih kokoh.
"Tantangan tersebut antara lain bagaimana meyakinkan masyarakat atas urgensi keberadaan ASEAN," kata Marzuki Alie ketika membuka seminar bertajuk "AIPA: Enhanching The ASEAN Transformation into a Solid Community" di Operation Room, Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis.
Pembicara pada seminar tersebut adalah Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana, Deputi Sekjen ASEAN Bagas Hapsoro, dan Sekretaris Dirjen Kerja sama ASEAN dari Kementerian Luar Negeri Foster Gultom.
Menurut Marzuki Alie, tantangan lainnya adalah masalah perbatasan antar-negara anggota ASEAN, adanya kesenjangan ekonomi dan perbedaan tingkat pembangunan antar-negara ASEAN, serta menjaga stabilitas kawasan ASEAN.
"Untuk itu, AIPA berupaya memperkuat perannya menuju integrasi ASEAN sesuai dengan kewenangannya," katanya.
Menurut dia, kewenangan yang dimiliki AIPA antara lain, membuat regulasi yang akomodatif, menjaga dinamika internal dari dalam negeri negara anggota ASEAN serta tarikan kepentingan antarnegara anggota ASEAN maupun eksternal yang berpotensi menghambat laju kebersamaan ASEAN.
Pada kesempatan tersebut, Marzuki menjelaskan, seminar ini bertujuan untuk menyosialisasikan kepemimpinan Indonesia di AIPA kepada masyarakat. Selain itu juga ditujukan untuk mendengarkan saran dan pandangan dari para pakar, akademisi, dan publik, mengenai peran parlemen menuju komunitas ASEAN 2015.
Marzuki menambahkan, parlemen sebagai wakil rakyat merupakan representasi suara rakyat yang sejalan dengan tujuan ASEAN saat ini yakni menjadi "people centered organization".
"DPR RI ingin agar kepemimpinannya di parlemen negara-negara ASEAN dapat membangkitkan rasa ke-ASEAN-an di masyarakat sehingga tujuan ASEAN dapat dirasakan manfaatnya oleh rakyat Indonesia," katanya.