|
Pasaman barat kembangkan kawasan konservasi perairan |
|
|
|
|
Selasa, 03 Juli 2012 |
|
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar, tahun 2012 menjadikan tiga pulau sebagai kawasan konservasi perairan di daerah itu.
"Konservasi itu bertujuan agar bisa memelihara wilayah pesisir yang ada. Selain itu, juga untuk menciptakan objek wisata bahari nantinya," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pasaman Barat, Nellyarwisma di Simpangampek, Selasa.
Dia mengatakan, tiga daerah yang menjadi kawasan konservasi adalah Pulau Talua, Pulau Pangka dan Pulau Pigago Kecamatan Sungai Beremas. Pada kawasan konservasi itu nantinya akan dijadikan objek perikanan berkelajutan, penelitian dan pendidikan serta sebagai objek wisata favorit.
"Konservasi itu berguna untuk melindungi dan melestarikan bukan untuk diproduksi habis," katanya.
Lebih jauh dia mengatakan, selain perikanan laut, jenis ikan tawar juga berkembang di Pasaman Barat. Ikan lele sebagai komoditi unggulan ikan tawar sudah mempu menembus pasar regional.
Untuk menjaga tercukupinya bibit, Balai Benih Ikan (BBI) Sukomenanti sejak tiga bulan terakhir sudah mulai produksi sekitar 75 ribu bibit setiap bulannya.
Dengan pembagian 40 persen untuk pendapatan asli daerah Pasaman Barat dan 60 persen disebarkan kepada masyarakat miskin dan lubuk ikan larangan yang ada.
Hasil perikanan Pasaman Barat laut dan tawar saat ini dipasarkan ke berbagai daerah seperti, Padang, Pekanbaru, Dumia dan Jambi. Sedangkan produk lele asap sudah banyak beredar di pasar-pasar besar besar yang ada di Indonesia.
Dia menambahkan, sekitar 1.903 kepala keluarga dari 5.475 nelayan yang ada masih tergolong miskindi daerah itu.
"Kami terus berupaya meningkatkan ekonomi nelayan yang ada. Kami berharap semua sektor bisa bekerja sama dalam rangka pengembangan ekonomi," harap dia. Antara News
|