WWF Perluas Pengembangan PLTMH di Kapuas Hulu PDF Cetak E-mail
Senin, 09 Juli 2012
Penghuni rumah betang di Dusun Sungailung, Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, kini bisa beraktivitas siang dan malam hari.

Komunitas dayak Iban tersebut sehari-hari bekerja sebagai penenun dan membuat berbagai kerajinan tangan.

"Banyak aktivitas yang bisa mereka lakukan pada malam hari. Termasuk, menonton televisi dan belajar," kata Pimpinan WWF Proyek Kapuas Hulu Albertus Tjiu kepada mediaindonesia.com, Senin (9/7).

Perubahan itu terjadi sejak sekitar dua tahun lalu, yakni ketika permukiman mereka mulai dialiri listrik pada Oktober 2010. Aliran listrik itu berasal dari pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH). Proyek tersebut merupakan percontohan PLTMH pertama yang dikembangkan WWF di Indonesia.

"Sebelumnya, warga mengandalkan genset untuk penerangan. Nyalanya terbatas dan tidak sepanjang malam," kata Albertus.

PLTMH serupa rencananya juga dikembangkan WWF di Desa Tanjunglokang, Kecamatan Kedamin. Ada dua unit PLTMH yang bakal dibangun di desa paling timur di Kabupaten Kapuas Hulu tersebut. "Studi kelayakan sudah dilaksanakan. Ada potensi air terjun yang bisa dimanfaatkan untuk PLTMH," ujarnya.
 
Media Indonesia
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Copyright © 2008 indonesia.nl
KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA
Tobias Asserlaan 8, 2517 KC Den Haag