Garuda Indonesia Tekan Rugi hingga 90,94 Persen PDF Cetak E-mail
Selasa, 31 Juli 2012
Garuda Indonesia Tekan Rugi hingga 90,94 Persen PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) berhasil menurunkan kerugian tahun berjalan semester I 2012 sekitar 90,94 persen menjadi US$2,022 juta dari US$22,336 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Menurut Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar di Jakarta, Selasa (31/7), keberhasilan itu dipacu pendapatan usaha dengan mencatatkan pertumbuhan 17,75 persen menjadi US$1,512 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar US$1,284 juta.

"Pendapatan itu diperoleh dari kenaikan penerbangan berjadwal 19,09 persen menjadi US$1,372 miliar, penerbangan tidak berjadwal turut naik tipis 2,34 persen menjadi US$9,696 juta, serta lainnya meningkat 6,18 persen menjadi US$130,225 juta," kata Emir dalam keterangan tertulisnya.

Seiring dengan bertumbuhnya pendapatan, beban usaha turut meningkat 13,79 persen dari US$1,319 miliar pada semester I 2011 menjadi US$1,501 miliar.

Kenaikan itu terutama disebabkan masih tingginya operasional penerbangan Garuda yang tercatat 15,31 persen menjadi US$868,75 juta dari sebelumnya US$753,37 juta.

Selain operasional penerbangan, Garuda belum mampu menekan biaya penjualan, tiket, dan promosi yang turut naik 7,84 persen dari US$123,415 juta, kini tercatat US$133,092 juta.

Kendati demikian, Garuda berhasil membukukan laba usaha sebesar US$10,791 juta dalam enam bulan pertama 2012 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang merugi US$34,75 juta.

Pencapaian itu ditopang keuntungan dari selisih kurs yang diperoleh Garuda sebesar US$9,99 juta.
 
Media Indonesia
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Copyright © 2008 indonesia.nl
KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA
Tobias Asserlaan 8, 2517 KC Den Haag