Angkasa Pura perlebar apron bandara Supadio PDF Cetak E-mail
Selasa, 31 Juli 2012
Angkasa Pura perlebar apron bandara SupadioPT. Angkasa Pura II Cabang bandara Supadio Pontianak memperlebar terminal pesawat (apron) pada bandara tersebut, untuk meningkatkan kapasitas muatan pesawat.

"Pembangunan apron ini kita lakukan agar ketika pesawat yang masuk pada saat bersamaan, dapat menampung 18 pesawat. Karena sebelumnya Apron yang ada di Supadio hanya bisa menampung sekitar 14 pesawat, dimana jumlah tersebut gabungan antara pesawat yang berbadan lebar dan kecil seperti Kalstar," kata Kepala Dinas Operasional PT. Angkasa Pura II Cabang Bandara Supadio Pontianak, Syarif Usmulyani di Sungai Raya, Selasa.

Menurutnya dengan adanya pembangunan baru apron tersebut, merupakan suatu bukti jika PT. Angkasa Pura II Bandara Supadio Pontianak sangat peduli dengan kebutuhan masyarakat Kalbar.

"Kami lebih mengutamakan kenyamanan penumpang terlebih dahulu, karena jika untuk membangun run way dan apron dana yang dibutuhkan kurang lebih sama. Karena kami tidak ingin airport di Kalbar yang sudah menjadi airport Internasional tapi airportnya kecil dan sempit," tuturnya.

Usmulyani mengharapkan ketika para penumpang yang datang ke Kalimantan Barat dan menginjakkan kaki di Bandara Supadio para penumpang sudah dapat melihat gambaran Kalbar seperti apa.

Untuk itulah kami membangun terminal baru, membangun cargo baru, Persiapan untuk parkir pesawat baru. Itu bukti partisipasi kami untuk membangun Kalbar.

"Karena dengan kondisi Bandara Supadio Pontianak yang ada saat ini kurang memadai untuk menampung jumlah penumpang yang setiap waktunya terus bertambah," kata Usmulyani.

Dia menambahkan, selama ini, infastruktur pendukung yang ada di bandara tidak mendukung kebutuhan dari masyarkat.

"Kami dari PT. Angkasa Pura II merasa bersalah karena tidak menyiapkan sarana pendukung berupa kemampuan landasan yang cukup untuk menampung pesawat yang lebih besar lagi. Karena saat ini kami memiliki hal yang lebih penting, yaitu pembangunan terminal (apron) terlebih dahulu," tuturnya.

Untuk itu, lanjutnya, pembangunan apron tersebut dilakukan lantaran daya tampung yang ada saat ini tidak memadai untuk menampung jumlah pesawat ke depannya.

"Karena jumlah pesawat baik yang datang ke Kalbar maupun berangkat jumlahnya terus meningkat setiap waktunya. Bahkan ada waktu-waktu tertentu yang permintaan akan transportasi udara cukup tinggi," katanya.
 
Antara News
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Copyright © 2008 indonesia.nl
KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA
Tobias Asserlaan 8, 2517 KC Den Haag