Upacara Bendera dan Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Belanda tanggal 17 Agustus 2008, memiliki makna khusus dengan kehadiran 40 anggota veteran tentara Belanda yang pernah bertugas di Indonesia sekitar tahun 1945. Peristiwa ini menjadi salah satu simbol babak baru hubungan RI-Belanda yang sudah berlangsung lama dan naik turun.
Upacara Bendera yang berlangsung dengan khidmat dan tertib tersebut merupakan bagian terpenting dari rangkaian Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-63 di Belanda yang diisi dengan berbagai kegiatan, termasuk Festival Budaya Indonesia yang diselenggarakan segera setelah upacara selesai.

Pada tahun 2008 ini, untuk pertama kalinya KBRI Den Haag mengundang anggota veteran tentara Belanda, dengan tujuan antara lain untuk: meningkatkan hubungan bilateral kedua negara; menunjukkan visi Indonesia yang mementingkan masa depan; serta mempererat people to people contact/persahabatan antar warga kedua negara (sebagian veteran akhirnya menjadi Indonesian’s Lovers). Kehadiran para veteran pada peringatan proklamasi 17 Agustus ini sekaligus merupakan penegasan terhadap pengakuan politik dan moril Pemerintah Belanda terhadap kemerdekaan RI yang telah disampaikan di tahun 2005.

Pasca pengakuan Pemerintah Belanda tersebut, hubungan RI-Belanda seolah mendapat darah segar dan terus membaik sebagaimana disampaikan dalam sambutan Dubes R.I. untuk Kerajaan Belanda J.E. Habibie pada Upacara Bendera tersebut bahwa dalam kurun waktu lima tahun terakhir, berbagai kerja sama telah berhasil dicapai dan hubungan kedua negara semakin mantap, misalnya terjadi peningkatan: volume perdagangan (makin surplus bagi Indonesia); pangsa pasar wisata Indonesia di Belanda; serta investasi Belanda di Indonesia dari peringkat 11 menjadi rangking 8.

Selain undangan khusus para veteran Belanda, hadir pula dalam acara resmi ini 2 anggota DPR-RI dan sejumlah anggota TNI-AL yang sedang menjalankan tugas di Belanda, selain tentunya masyarakat Indonesia di Belanda dan keluarga besar KBRI Den Haag.