|
Di tengah situasi perekonomian dunia yang sedang tidak menentu, Menteri Ekonomi Belanda Madam Maria van der Hoeven bersama 40 pengusaha melakukan kunjungan ke Indonesia. Kunjungan resmi yang berlangsung dari tanggal 9 – 12 Nopember 2008 ini mempunyai makna yang sangat penting bagi Indonesia khususnya dalam upaya membantu mempertahankan kepercayaan dunia kepada perkembangan bisnis di Indonesia. Para pengusaha Belanda tersebut diantaranya bergerak di bidang perkapalan, penerbangan, infrastruktur, air minum, water treatment, engineering, finansial, riset bio energi, transportasi/angkutan darat/tram, manufacturing dan creative industry. Meningkatnya kunjungan antar pejabat pemerintah, parlemen, pengusaha dan masyarakat antara Indonesia-Belanda merupakan indikasi perkembangan positif hubungan kedua negara sebagai mitra strategis.
Selama di Indonesia, Menteri Maria van der Hoeven diterima oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla pada tanggal 12 Nopember 2008. Selain itu juga dilakukan pertemuan dengan sejumlah menteri kabinet Indonesia bersatu guna memperkuat kerjasama bilateral kedua negara, diantaranya Menteri Perdagangan RI Marie Pangestu, Menteri Ristek Kusmayanto Kadiman, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono.
Selain itu, Menteri Maria van der Hoeven juga membuka Holland Weeks and Exhibiton; bersama menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro membuka Seminar Inovasi dan Tekonologi Belanda (Energy and Water Management yang diikuti ratusan pengusaha Belanda dan Indonesia; dan mengunjungi proyek-proyek kerjasama pembangunan di Jakarta dan Surabaya pada tanggal 12 – 13 Nopember 2008.
Volume perdagangan Indonesia Belanda saat ini sebesar 3,9 milyar dollar AS, yang terdiri dari ekspor Indonesia ke Belanda 2,9 milyar dollar AS dan impor dari Belanda 0,9 milyar dollar AS (surplus 2 milyar dollar AS untuk Indonesia). Komoditi ekspor Indonesia, a.l: tekstil dan produk tekstil, elektronik, karet dan produk karet, sawit, produk hasil hutan, alas kaki, otomotif, udang, kakao, kopi, processed food, fish and fish products, handicrafts, spices. Sedangkan impor dari Belanda, peralatan telekomunikasi,suku cadang mesin, produk hydrocarbon, minyak wangi, bahan plastik, produk susu olahan (keju, yoghurt).
Di bidang kerjasama pembangunan, program bantuan Belanda diarahkan pada dukungan pencapaian sasaran MDGs, pengembangan lingkungan yng berkelanjutan, capacity building, pendidikan, air dan sanitasi, kesetaraan gender, pangan dan perikanan, good governance. Saat ini terdapat sekitar 2700 perusahaan Belanda yang beroperasi di Indonesia. Belanda adalah investor kedua terbesar di Indonesia dari negara-negara Uni Eropa dengan peringkat investasi terbesar ke-7 di Indonesia.
|