Dalam rangka meningkatkan hubungan dan kerjasama ekonomi antara Belanda dengan Indonesia, Menteri Ekonomi Belanda Ny. Maria J.A. van der

Hoeven pada tanggal 9 – 13 November 2008 telah melakukan kunjungan kerja ke Indonesia. Dalam kunjungan ini Menteri Maria van der Hoeven telah melakukan courtesy call kepada Wakil Presiden Bapak Jusuf Kalla, mengadakan pembicaraan dengan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro, Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, dan Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal.

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yang didampingi Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda J.E. Habibie sewaktu menerima delegasi Menteri Ekonomi Belanda pada tanggal 12 Nopember 2008 menyampaikan pentingnya bagi kedua Negara untuk meningkatkan secara kongkrit hubungan dan kerjasama ekonomi, perdagangan dan investasi di tengah situasi krisis ekonomi global, karena akan memberi kontribusi positif terhadap langkah-langkah kebijakan kedua Negara dalam meminimalkan dan mengatasi dampak negatif krisis keuangan dunia. Momentum untuk meningkatkan investasi Belanda di Indonesia hendaknya tidak ditunda atau menunggu situasi perekonomian dunia membaik, karena di tengah stagnasi ekonomi, di sisi lain merupakan peluang untuk meningkatkan daya saing kedua Negara yang telah memiliki landasan hubungan yang kuat di berbagai bidang.

Kunjungan Menteri Ekonomi Maria van der Hoeven selain mengindikasikan eratnya hubungan kerjasama ekonomi dan perdagangan kedua Negara, juga merupakan upaya untuk mendorong para pengusaha Belanda untuk berinvestasi di Indonesia. Belanda merupakan gerbang pintu masuk produk ekspor Indonesia ke Negara-negara Uni Eropa dan sebaliknya Indonesia adalah gerbang bagi produk-produk Belanda ke Asia khususnya Asia Tenggara. Untuk itulah dalam kunjungannya, Menteri Maria van der Hoeven membawa delegasi bisnis sekitar 40 pengusaha dari sekitar 30 perusahaan Belanda yang bergerak di bidang transportasi seperti perkapalan, perhubungan darat, dan penerbangan, pengelolaan air minum, financial, perdagangan dan energi.
Hasil-hasil kunjungan delegasi bisnis yang dapat dicatat antara lain adalah telah dilakukan penandatanganan beberapa MoU kerjasama masing-masing antara :