|
Peringatan Natal 2008 oleh masyarakat Indonesia di Belanda yang terselenggara berkat kerjasama BK UKIN (Badan Kerjasama Umat Kristiani Indonesia di Nederland ) dan KBRI Den Haag berlangsung dengan khidmat serta sangat meriah. Peringatan Natal yang diikuti lebih dari 1500 orang tersebut dibagi atas 2 kegiatan utama yakni Ibadah Natal (Oikumene) di Gereja Goede Herder, Wassenaar dan Perayaan Natal Bersama (open house) di Wisma Duta, Wassenaar.  Saat Oikumene, gereja bersejarah kota Wassenaar tersebut tampak dipenuhi oleh jemaat dari berbagai kelompok masyarakat Indonesia di Belanda yang dengan tertib mengikuti keseluruhan acara ibadah dari awal hingga akhir. Setelah mengikuti Oikumene, ratusan umat Kristiani itu bergabung dengan ratusan masyarakat Indonesia lain yang sudah berkumpul di Wisma Duta guna mengikuti perayaan Natal dan bersilaturahmi saat open house bersama Dubes RI untuk Kerajaan Belanda, J.E. Habibie. Perayaan itu antara lain dimeriahkan dengan paduan suara , nyayian dan tarian berbagai kelompok masyarakat, serta band ternama sepeti Masada & BCC dan The Night Breakers.  Dalam sambutannya, Dubes Habibie selain mengucapkan Selamat Natal kepada semua warga Kristiani di Belanda, juga menyampaikan bahwa dirinya ingin menjadi Dubes bagi semua warga Indonesia dan menjadikan KBRI dan Wisma Duta sebagai Rumah Indonesia. Oleh karena itu, Dubes juga berbesar hati bahwa penyelenggaraan perayaan Natal ini merupakan hasil kerjasama semua pihak di KBRI serta panitia yang terdiri dari berbagai unsur masyarakat, termasuk PPI. Hal itu menunjukkan bahwa KBRI merupakan milik bersama masyarakat Indonesia dan peryaan Natal ini juga diperuntukkan buat semua masyarakat Indonesia di Belanda.  Selain itu, Dubes juga mengingatkan bahwa Peringatan Natal sebagai peringatan kelahiran Yesus memiliki makna hakiki perdamaian dan tanggung jawab sosial. Agama lain pun juga menjunjung tinggi perdamaian. Jadi, kalau masyarakat Indonesia yang berke-Tuhan-an benar-benar menjalani ajaran agama masing-masing, niscaya akan tercipta hidup yang rukun dan damai. Seluruh umat Kristiani juga diajak untuk merenungkan kepedulian terhadap kesejahteraan bangsa dan negara Indonesia tercinta. Peringatan Natal yang untuk kedua kalinya diselenggarakan secara bersama di Wisma Duta Wassenar, memperoleh sambutan yang makin meningkat dibanding penyelenggaraan tahun 2007 meskipun udara dingin cukup menggigit sejak dimualinya acara pukul 12.30 hingga sore hari. Sejumlah hadirin menyampaikan penghargaan terhadap acara yang meriah ini dan berharap dapat terus diadakan dan ditingkatkan di tahun-tahun mendatang. Pada kesempatan Perayaan Natal ini, penyelenggara juga menyampaikan kepada hadirin tentang rencana penugasan kembali ke Jakarta dari tiga pejabat KBRI Den Haag, yakni Bapak Djauhari Oratmangun, Bapak Siswo Pramono dan Ibu Rumondang L. Harahap.
|