Lawatan Wakil Presiden RI, Bapak M Jusuf Kalla ke Belanda mendapat sambutan yang hangat dari Pemerintah Belanda.

Hal ini terlihat dari padatnya agenda pertemuan Wapres dengan para petinggi Belanda yang berlangsung dari tanggal 7 – 9 Februari 2009. Segera setelah mendarat di Bandar tersibuk di Eropa Schiphol, Wapres langsung diterima oleh PM Belanda J.P Balkanende di kediaman resminya Cathuis di Den Haag.
Pertemuan ini terlihat begitu mesra, sebagai negara yang mempunyai ikatan emosional yang erat dengan Indonesia, PM Belanda menyatakan pertemuannya dengan Wapres ini sangat penting, untuk itu meskipun dirinya sedang menghadiri pertemuan diantara negara-negara Eropa di luar negeri pihaknya khusus datang untuk bertemu Wapres Jusuf Kalla. Pertemuan Wapres dan Balkanende pada pada intinya membicarakan

peningkatan hubungan Bilateral, diantaranya menyangkut masalah perdagangan; kerjasama pembangunan khususnya pananganan banjir (flood management); peran penting Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia dalam menjembatani negara-negara Islam dengan Barat; krisis ekonomi dunia; serta bertukar pandangan dalam berbagai masalah internasional termasuk rencana pertemuan G-20 bulan April mendatang. Dalam pertemuan tersebut Wapres didampingi oleh Dubes RI Den Haag, Kepala BKPM, Seswapres, dan Gubernur DKI Jakarta.
Selain itu Wapres juga dijamu oleh Mentri Ekonomi Belanda Maria van der Hoeven. Maria van der Hoeven termasuk mentri yang sering berkunjung ke Indonesia dan beliau sangat menganggumi dan menyenangi Indonesia.

Kunjungan terakhir adalah bersama 50 pengusaha Belanda pada bulan Nopember 2008. Pada kesempatan tersebut Wapres juga bertemu dengan beberapa CEO terkemuka Belanda, seperti: KLM, Shell, Unilever, dan Phillips. Dalam kesempatan tersebut Wapres juga mengundang para investor Belanda untuk melakukan investasi di Indonesia termasuk di sektor migas. Bahkan Shell juga dihimbau untuk dapat terjun di sektor hulu dan tengah seperti penyulingan minyak (oil refinery) di beberapa tempat yang strategis di Indonesia. Wapres mengatakan bahwa Indonesia adalah negara yang aman dan sangat menarik untuk tujuan berinvestasi, inilah saatnya untuk melakukan hal itu, ujar Wapres.
Dalam kunjungan tersebut, Wapres juga berkesempatan meninjau pelabuhan terpanjang di dunia Rotterdam. Pelabuhan ini menjadi perhatian Wapres karena fungsinya yang begitu sentral dalam menunjang perdagangan, terlebih Rotterdam sebagai pelabuhan tersibuk dan pintu gerbang ke Eropa. Indonesia berkeinginan untuk mengembangkan pelabuhan yang diharapkan dapat berkembang seperti pelabuhan Rotterdam tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Rotterdam menyampaikan bahwa pihaknya juga berkeinginan untuk mengembangkan kerjasama dengan mitranya di Indonesia. Selain itu Wapres juga sempat meluangkan waktu berkunjung ke beberapa tempat yang menarik, seperti: pasar rakyat di Leiden dan Museum di Delft . Sedangkan pertemuan dengan masyarakat Indonesia di gelar di kediaman Dubes RI Den Haag Wisma Duta. Pertemuan ini dibanjiri oleh masyarakat Indonesia dari berbagai komponen, seperti: pembuka agama, mahasiswa dan tokoh-tokoh masyarakat termasuk dari Maluku dan Papua.
Sementara itu pada tanggal 9 Februari 2009 juga diadakan pertemuan berturut-turut dengan Wakil PM Wouter Bos dan Menlu Belanda Maxim Verhagen bertempat di gedung bersejarah Johan de Witthuis yang diperuntukan khusus untuk menerima tamu-tamu kenegaraan.
Kunjungan Wapres ke Belanda saat ini dirasakan sangat penting, terlebih disaat kedua Negara telah berkomitmen mengisi fase baru hubungan bilateral yang sarat dengan berbagai potensi kerjasama.