|
INDONESIA DAPAT MANFAATKAN PROGRAM BANTUAN GRANT ORIO |
|
|
|
|
Selasa, 17 Maret 2009 |
|
Pada tanggal 12 Maret 2009, Pemerintah Belanda telah meluncurkan program ORIO, suatu fasilitas bantuan pembangunan berupa grant dari Pemerintah Belanda untuk pengembangan, pelaksanaan dan pemeliharaan infrastruktur publik di sejumlah negara negara berkembang dan LDCs di Afrika, Eropa Tengah dan Timur, Amerika Latin dan Asia, termasuk Indonesia. Program tersebut didanai oleh Kementerian Luar Negeri Belanda dan dibawah supervisi Kementerian Kerjasama Pembangunan Belanda.
Mengingat masih belum memadainya infrastruktur di Indonesia, fasilitas ORIO tampaknya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber pendanaan bagi proyek-proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Proses aplikasi ORIO diawali dengan permohonan yang diajukan oleh Pemerintah calon penerima grant melalui instansi teknisnya yang berwenang. Permohonan tersebut selanjutnya diseleksi atas dasar kompetisi, prioritas negara dan kriteria kualitas dan dampaknya bagi masyarakat umum. ORIO memberikan batasan proyek bagi setiap negara. Sebagai contoh. Indonesia berada pada urutan 32 dengan ketentuan pemberian grant 50% dari anggaran proyek di tahap perencanaan dan 35% di tahap pelaksanaan dan pemeliharaan. Sisanya diupayakan melalui self-finance atau dengan kerjasama dengan pihak donor yang lain. Kisaran anggaran proyek adalah maksimal 60 juta Euro dan minimal 2 juta Euro. Pengajuan proposal proyek untuk skema ORIO dibuka mulai 12 Maret 2009 dan ditutup tanggal 15 Mei 2009, jam 17.00 waktu setempat. Fasilitas ORIO tidak menuntut keterlibatan penuh dari kontraktor swasta asal Belanda, sehingga negara penerima dapat leluasa mencari pelaksana proyek yang lebih menguntungkan.
Program ORIO diluncurkan oleh Menteri Kerjasama Pembangunan Belanda Mr. Bert Koenders yang didampingi oleh Menteri Perdagangan Luar Negeri Mr. Frank Heemskerk. Dalam pembukaannya, Menteri Bert Koenders menyampaikan antara lain bahwa skema ORIO menggantikan skema bantuan pembiayaan pembangunan ORET, yang meski dinilai berhasil namun banyak pula yang kurang memenuhi sasaran. Sektor swasta dan kemitraan pemerintah dan swasta tetap dianggap penting dalam proyek-proyek infrastruktur yang didukung pendanaannya melalui skema ORIO.
Sementara itu, Menteri Perdagangan Luar Negeri menyampaikan bahwa perdagangan, investasi, pembangunan infrastruktur memegang peran penting dalam pembangunan. negara-negara berkembang khususnya LDCs banyak terkena dampak negatif krisis global saat ini. ORIO menekankan visi pembangunan jangka panjang, alih pengetahuan dan kepakaran, solidaritas antar bangsa, mendorong usaha dan investasi Belanda di luar negeri.
|