|
Sedikitnya 16 awak kapal kargo berbendera Korea Selatan (Korsel) hilang setelah kapal tersebut bertabrakan dengan kapal barang berbendera Panama, di lepas pantai Izu Oshima, Jepang, kemarin. Sepuluh orang di antara 16 awak kapal itu adalah warga negara Indonesia (WNI) dan 6 orang lainnya warga Korsel. Juru bicara penjaga pantai Jepang, Hidefumi Onoue, mengatakan, lokasi kejadian berada di 120 kilometer selatan Tokyo. Menurut Onoue, petugas menggunakan enam kapal dan tiga helikopter untuk mencari enam warga Korsel dan 10 WNI yang hilang tersebut. Kapal asal Korsel seberat 4.255 ton itu juga hilang dan kemungkinan tenggelam. "Tabrakan terjadi pagi hari, jarak pandang di wilayah itu memang sangat buruk karena hujan," kata Onoue. Dijelaskan pula, semua kru kapal berbendera Panama seberat 10.833 ton selamat. Kapal itu kemudian membantu pencarian. Sembilan belas orang di antara kru kapal Panama itu merupakan warga asing, yakni 14 warga Thailand, 3 Myanmar, dan 2 warga Indonesia. Saat kejadian, kapal Korsel yang mengangkut peralatan baja dalam perjalanan pulang, sementara kapal Panama menuju Pelabuhan Aichi, sekitar 200 km barat lokasi tabrakan. Juru Bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah menyebutkan, terdapat 11 (bukan 10--Red) anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang terlibat dalam tabrakan antara kapal Orchid Pia berbendera Korea Selatan dan Cygnus Ace berbendera Panama, di perairan Izu Oshima, Jepang. Sepuluh WNI yang hilang merupakan awak kapal berbendera Korsel dan dua WNI yang selamat merupakan awak kapal berbendera Panama. Kecelakaan itu menyebabkan kapal Orchid tenggelam. "Sejauh ini kami telah mengantongi nama-namanya. Semuanya laki-laki. Tapi, masih belum etis untuk disebutkan," ujarnya di Ruang Pancasila Deplu, Jakarta, kemarin. Deplu, menurut Faizasyah, akan berusaha memastikan hak-hak para pekerja yang tercantum dalam kontrak kerja mereka dipenuhi oleh pemberi kerja. Ditambahkan, kantor KJRI Indonesia di Tokyo juga akan terus menghimpun informasi dari pihak-pihak terkait. (Suara Karya)
|