Krisis Global Mulai Berpengaruh di Kalbar PDF Cetak E-mail
Selasa, 17 Maret 2009
Krisis global yang terjadi selama setahun terakhir ini telah memicu jatuhnya harga sejumlah komoditas unggulan Kalimantan Barat (Kalbar) di pasaran dunia seperti minyak sawit mentah (crude palm oil, CPO), karet, dan lada. Akibatnya, sebanyak 32 perusahaan yang bergerak di sektor industri terpaksa merumahkan sekitar 300 karyawannya.
Hal itu dikatakan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Pontianak, Andreas Acui Simanjaya. "Terhitung sejak tahun 2008 hingga kini, sudah ada sekitar 300 karyawan yang bekerja di 32 perusahaan industri di Kalbar, telah dirumahkan. Dan angka ini masih akan terus bertambah," katanya, Selasa (10/3) di Pontianak.
Menurut Acui, penurunan belanja domestik AS menyebabkan permintaan terhadap barang-barang komoditas tersebut juga menurun. Akibatnya, aktivitas perusahaan di bidang industri termasuk Kalbar makin melemah.
"Para petani juga tak bisa memperoleh penghasilan yang cukup, karena rendahnya harga penawaran pasar. Ini berdampak pada kesulitan petani membiayai sekolah anaknya, dan kebutuhan makanan bergizi bagi keluarganya," kata Acui.
Acui berharap peran serta pemerintah yang mengarahkan langsung penggunaan APBN untuk proyek padat karya di daerah yang terkena dampak krisis ekonomi dinilai sangat urgen.
"Proyek padat karya seperti perbaikan jalan atau sarana irigasi, sebaiknya dilakukan pada daerah industri perkebunan yang terkena dampak tersebut secara langsung. Paling tidak bisa membuka lapangan pekerjaan," kata Acui.
Sementara Kepala Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalbar, Ali Kadir, mengatakan geliat resesi ekonomi dunia saat ini perlu disiasati dengan mempertahankan sektor tambang dan bahan baku industri. "Itu daya tahan kita. Jadi, pangsa pasar dalam negeri harus diamankan lebih selektif dalam mengimpor bahan baku dari luar negeri," katanya.
Selain itu, kata Kadir, perlu insentif dari pemerintah berupa stimulus yang dapat menyerap tenaga kerja dan meningkatkan daya beli masyarakat. "Misalnya, pembebasan bea tertentu dari pemerintah untuk ekspor bahan baku tertentu. Mudah-mudahan dengan stimulus tersebut bisa menambah daya tahan kita menghadapi resesi ini. Paling tidak perekonomian Kalbar tak semakin terpuruk," katanya. Andi Fachrizal. (Jurnal Nasional)

 
Berikutnya >

Ramalan Cuaca Esok

sumber: bmg.go.id
Copyright © 2008 indonesia.nl
KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA
Tobias Asserlaan 8, 2517 KC Den Haag