|
WNI DI BELANDA MEMILIH WAKILNYA DI DPR |
|
|
|
|
Jumat, 10 April 2009 |
Mendung yang menyelimuti kota Den Haag sejak pagi di bulan April tanggal 9 ini tidak menjadi halangan bagi ratusan  Warga Negara Indonesia (WNI) di Belanda untuk menggunakan hak mereka dalam menentukan wakil-wakilnya di Dewan Perwakilan Rakyat pada Pemilu 2009. Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pemilu 2009 di Belanda, yang berlokasi di Aula KBRI Den Haag, tampak ramai dipenuhi oleh WNI yang sebagian sudah membentuk antrian di pintu masuk sebelum pemungutan suara secara resmi dimulai pada pukul 10.30. Pemungutan suara yang diawali secara resmi oleh Duta Besar J.E. Habibie, didahului dengan pengambilan sumpah/janji oleh Dubes RI kepada salah satu anggota Pengawas Pemilu (Waslu) yang belum sempat dilantik Badan Waslu, serta pelantikan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN), petugas keamanan dan saksi-saksi Parpol oleh Ketua KPPSLN.
Dalam sambutan pengantar Pemungutan Suara, Dubes J.E. Habibie antara lain mengemukakan kebanggaannya atas perhatian dan tanggung jawab yang ditunjukkan oleh WNI di Belanda yang bersemangat untuk menggunakan hak-nya dalam Pemilu 2009. Selain itu, dikemukakan pula arti penting penggunaan hak dari WNI dengan tanpa melupakan kewajiban dan tanggung jawab untuk memajukan nusa bangsa. Dubes juga yakin bahwa penyelenggaraan pemilu akan terus lebih baik di masa mendatang.
 Pemungutan suara di Belanda kali ini ditutup pada pukul 20.00 yang dilanjutkan dengan penghitungan suara dari pemilih langsung [datang ke TPS] hingga selesai. Berdasarkan perhitungan suara yang dilakukan hingga lewat tengah malam tersebut, Partai Demokrat tampak mengungguli parta-partai lainnya dengan meraup 220 suara disusul oleh PKS 99 suara, Golkar 46 suara, PDIP 45 suara, PDS 42 suara, PAN 19 suara, GERINDRA 16 suara, PKB 13 suara, dan terakhir PPP dan PKDI dengan masing-masing 9 suara. Adapun penghitungan suara yang disampaikan lewat pos menurut rencana akan dihitung pada hari Sabtu, 18 April 2009.
|