• INDONESIA BERPARTISIPASI DI FLORIADE, 5 APRIL - 7 OKTOBER 2012
DUBES HABIBIE LEPAS KRI FRANS KAISIEPO BERLAYAR KE INDONESIA PDF Cetak E-mail
Selasa, 14 April 2009
Pada tanggal 11 April 2009, Dubes RI untuk Kerajaan Belanda, Bapak J.E. Habibie secara resmi melepas keberangkatan KkaisiepoRI Frans Kaisiepo – 368 (KRI FKO-368) dari dermaga Damen Schelde Naval Shipbuilding – Vlissingen, Belanda, menuju Indonesia yang diperkirakan memakan waktu pelayaran sekitar 46 hari.
 
Dalam Upacara Pemberangkatan, Komandan KRI FKO-368, Letkol Laut (E) Wasis Priyono secara resmi melaporkan kesiapan kapal dan ABK untuk memulai pelayaran menuju Indonesia. Selanjutnya, Dubes Habibie memberikan sambutan dan pengarahan kepada Komandan beserta seluruh ABK, yang pada pokoknya berisi keyakinan bahwa kehadiran KRI FKO-368 ini dapat menambah kekuatan armada perairan bangsa Indonesia karena telah dilengkapi fasilitas yang canggih. Kehadiran KRI ini setidaknya dapat meningkatkan citra dan harga diri bangsa Indonesia sehingga para musuh menjadi segan terhadap tanah air karena kekuatan armada TNI-AL.

KRI FKO-368 adalah kapal terakhir dari empat kapal korvet kelas SIGMA milik Indonesia yang dibangun atas dasar kontrak pengadaan tahun 2004. Tiga kapal korvet TNI AL yang lebih dulu dibuat dibuat di Belanda adalah KRI Diponegoro 365, KRI Hasanuddin 366, dan  KRI Iskandar Muda 367. Pembuatan kapal ini merupakan bagian dari program Departemen Pertahanan dan Keamanan dengan anggaran sekitar 1.700.000 euro per satu unit kapal.

kaisiepoProses pegadaan kapal-kapal ini, termasuk KRI FKO-368, dari awal hingga mampu dilayarkan ke tanah air, terdiri dari sejumlah tahapan yang harus dilalui guna menjamin kesiapannya. Proses pembangunan fisik KRI FKO sendiri memakan waktu sekitar 2 tahun, diawali dengan steel cutting pada tanggal 2 April 2006; kemudian Keel Laying tanggal 15 Mei 2006; Launching/Ship Naming tanggal 28 Juli 2008; dan Hand Over serta Commissioning pada tanggal 7 Maret 2009. Setelah resmi menjadi KRI, para ABK melaksanakan latihan/shake down training selama satu bulan dan setelah dinyatakan cakap maka dapat mengoperasikan kapal tersebut serta kembali ke tanah air.

Sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan terhadap Indonesia, warga kota Vlissingen secara simbolis melaksanakan penghormatan dengan tembakan meriam kuno sebanyak tujuh kali saat KRI FKO melintas kota Vlissingen.

kaisiepoSementara itu, selama menjalani pelatihan di Belanda, beberapa ABK tampaknya mampu menjalin hubungan erat dengan masyarakat Vlissingen. Keakraban dan rasa haru tampak terlihat saat sejumlah ABK saling bersalaman dan berpelukan saat pelepasan KRI FKO-368. Bahkan ada pula masyarakat Belanda yang dengan sengaja menggunakan pakaian kebaya, pakaian adat tradisional Indonesia, turut menghadiri upacara perpisahan tersebut.

Menurut rencana, kapal ini akan berlayar ke Indonesia melalui Spanyol, Italia, Mesir, dan Jeddah. Setibanya di Jeddah, sejumlah ABK akan melakukan ibadah umrah selama empat hari sebelum melanjutkan pelayaran menuju India, Sabang, Jakarta dan Surabaya.

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Other Press Release
Copyright © 2008 indonesia.nl
KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA
Tobias Asserlaan 8, 2517 KC Den Haag