Bupati Bengkalis, H. Syamsurizal, menyatakan bahwa pihaknya berkeinginan untuk meningkatkan kerjasama dengan Belanda. Hal tersebut dikemukakan dalam pertemuan dengan Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, J.E. Habibie, yang berlangsung tanggal 13 Mei 2009 di KBRI Den Haag. Pada kesempatan tersebut, Bupati yang didampingi Koordinator Program Double Degree Universitar Brawijaya (UNiBRAW), Liliek Sulisttyowati, memaparkan tujuan utama kunjungan kali ini yaitu untuk mengevaluasi program kerjasama pendidikan antara Kabupaten Bengkalis-UNIBRAW dengan beberapa lembaga pendidikan Belanda, berupa pengiriman 10 orang guru matematika untuk magang/pelatihan di Belanda.
Menanggapi hal itu, Dubes Habibie mengemukakan antara lain apresiasinya terhadap upaya Bupati Bengkalis dalam upaya meningkatkan tingkat kesejahteraan dan SDM di daerahnya.

Namun demikian, Dubes juga mengharapkan bahwa kerjasama dengan Belanda hendaknya dapat ditingkatkan setelah dilakukan pemetaan kepentingan dengan mempertimbangkan kebutuhan utama Bengkalis dan tingkat kepakaran Belanda. Sebagai contoh, Belanda memiliki kepakaran di bidang manajemen air sehingga dapat dikembangkan kerjasama jika persoalan air bersih dianggap mendesak bagi Bengkalis. Selain itu, pengembangan pendidikan kejuruan berbasis keunggulan lokal juga dapat dijadikan salah satu alternatif kerjasama. Pada pokoknya, selama bentuk kerjasama antara Kabupaten Bengkalis dan Belanda membawa manfaat bagi Indonesia, dan masyarakat Bengkalis khususnya, KBRI Den Haag akan senantiasa memberikan dukungan sepenuhnya.
Menyikapi pandangan Dubes tersebut, Bupati menyampaikan rasa hormat dan akan menjadikan pertemuan ini sebagai langkah awal guna penyusunan peta kepentingan Bengkalis serta meminta instansi terkait di Bengkalis untuk melakukan koordinasi bersama KBRI Den Haag, di samping menjajaki kerjasama dengan para mitranya di Belanda, terutama di bidang manajemen air bersih dan sumber daya listrik.