|
MENBUDPAR MEMBUKA PAVILIUN INDONESIA PADA TONG TONG FAIR 2009 |
|
|
|
|
Rabu, 27 Mei 2009 |
Pada tanggal 21 Mei 2009, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar),  Bapak Jero Wacik, didampingi oleh Dubes R.I. untuk Kerajaan Belanda, Bapak J.E. Habibie, secara resmi membuka Paviliun Indonesia dalam ajang Tong Tong Fair (TTF) 2009. Saat memasuki area paviliun, Menbudpar disambut dengan kemeriahan musik dan tari tradisional asal Sumatera Barat yang dipersembahkan secara live oleh kelompok seni dari STSI Padang Panjang, serta pemberian rangkaian bunga oleh Abang dan None Jakarta 2008. Pembukaan Paviliun Indonesia ditandai dengan pemotongan pita yang dilakukan oleh Ibu Jero Wacik.  Dalam sambutannya, Menbudpar menyatakan rasa kagum dan bangga bahwa kebudayaan Indonesia yang tercermin pada sejumlah pertunjukan kesenian, penjualan makanan dan barang-barang dagangan masih terasa kuat pengaruhnya dalam TTF 2009. Namun demikian, Menbudpar menyatakan bahwa mengingat sejarah khusus antara Indonesia dan Belanda, potensi 1,7 juta penduduk Belanda yang memiliki pertalian (darah, emosi, historis, dll) dengan Indonesia, serta arti penting TTF bagi promosi wisata dan budaya maka keterlibatan Pemerintah Indonesia dalam ajang tersebut akan lebih ditingkatkan di tahun-tahun mendatang. TTF yang  dahulu bernama lengkap Pasar Malam Besar Tong Tong diharapkan senantiasa menjadi wahana promosi yang diwarnai secara dominan oleh seni budaya Indonesia. Menbudpar juga menginginkan agar upaya promosi yang dilakukan secara gencar oleh Indonesia di Belanda akan semakin mendorong peningkatan jumlah arus wisatawan ke Indonesia. Meskipun pada tahun 2008 telah terjadi peningkatan arus wisatawan Belanda ke Indonesia, namun kemungkinan untuk meningkatkan jumlah wisatawan, setidaknya dari warga Belanda yang memiliki pertalian dengan Indonesia, masih terbuka lebar.  Seusai acara pembukaan Paviliun Indonesia, Menbudpar dan Dubes RI melakukan peninjauan ke stand-stand yang berada di paviliun dan melakukan dialog dengan sejumlah pengusaha kecil dan menengah yang ikut serta dalam TTF 2009. Selain Depbudpar, sejumlah lembaga pemerintah juga turut berpartisipasi dalam Paviliun Indonesia, yakni Badan Pengembangan Ekspor Nasional (Departeman Perdagangan) yang mengkoordinir para pengusaha UKM, serta Badan Koordinasi Penanaman Modal.  Partisipasi dalam ajang TTF 2009, dioptimalkan dengan penyelenggaraan acara promosi TTI lain, antara lain Tourism Business Dialogue, yang diadakan tanggal 20 Mei 2009 di aula KBRI Den Haag. Acara ini diselenggarakan sebagai sarana untuk saling bertukar pikiran dan pengalaman antara Pemerintah RI c.q. Depbudapar (diwakili oleh Dirjen Pemasaran Budpar, Bapak Sapta Nirwandar) dengan sejumlah pengusaha yang bergerak dalam industri pariwisata, seperti biro travel, tour operator, hotel, lembaga pendidikan perhotelan dan turisme, dan sebagainya. Acara terbatas yang dihadiri sekitar 75 orang ini ditutup dengan suguhan tari-tarian daerah, peragaan busana karya Carmanita, dan makan malam khas Indonesia.
|