|
Tokoh Papua Nicolas Jouwe yang sudah hampir lima puluh tahun bermukim di Belanda akan segera kembali ke tanah air. Hal ini dikemukakan Nicolas pada saat acara perpisahan yang diselenggarakan Dubes RI Den Haag Bapak JE Habibie di kediaman Wisma Duta Sabtu malam 28 Nopember 2009.  Acara perpisahan tersebut secara kebetulan bertepatan dengan hari ulang tahun bapak Nico yang ke-86. Acara perpisahan dimaksud sengaja digelar oleh Dubes Habibie untuk menghormati sosok Nicolas yang dianggap teguh pendirian dan sejatinya mencintai Indonesia. Tidak hanya itu, Nicolas Jouwe secara diam-diam ternyata juga pengagum berat Presiden SBY, bahkan yang bersangkutan juga hadir dalam momen penting pelantikan SBY sebagai Presiden RI di Gedung MPR/DPR bulan Oktober 2009 yang lalu di Jakarta.
Dilihat dari tutur bahasanya, meskipun sudah berusia senja Nicolas Jouwe sangat runtun dalam berkata, pikirannya masih jernih, tegas dan bahkan juga piawai melantunkan pantun-pantun menarik untuk menyatakan kehendak hati. Sosok Nikolas ini, sepertinya juga sangat pas dengan Dubes Habibie yang senang berpantun dalam berdiplomasi.
Acara perpisahan tersebut setidaknya dihadiri 100 tamu undangan termasuk pejabat Kemlu Pemerintah Belanda. Dalam sambutan singkatnya, Dubes Habibie menyampaikan penghargaan kepada Nicolas Jouwe yang memilih pulang ke tanah air mewujudkan impiannya membangun negeri tercinta Indonesia. Pemerintah RI dalam hal ini sepenuhnya membantu kelancaran kepulangan bapak Nicolas Jouwe termasuk para keluarganya.
Sementara itu, Nicolas Jouwe yang merasa sangat terharu juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Pemerintah RI, khususnya kepada Dubes Habibie yang semenjak dari awal dengan gigih membantu proses kepulangan dan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait di tanah air. Direncanakan Nico Jouwe akan meninggalkan Belanda pada minggu pertama Desember 2009 ini.
|