Dubes RI Den Haag Bapak JE Habibie bersama staf untuk pertama kalinya hadir dalam Perayaan Natal bersama dengan masyarakat Maluku yang diselenggarakan di kota Houten terletak sekitar 120 km dari Kota Den Haag.

Perayaan tersebut setidaknya dihadiri 300 orang masyarakat keturunan Maluku dari berbagai daerah termasuk dari kota Assen salah satu kantong masyarakat keturunan Maluku terbesar di Belanda.
Perayaan Natal di kota Houten ini digagas oleh Aliansi Masyarakat Maluku (ALMA) yaitu suatu Yayasan masyarakat Belanda keturunan Maluku yang peduli dengan pembangunan sosial/ekonomi di Maluku. Organisasi ini tidak beraktifitas dan mempunyai tujuan yang terkait dengan masalah-masalah politik. Keanggotaanya terdiri dari berbagai elemen / kelompok masyarakat keturunan Maluku yang tinggal di Belanda.

Perayaan Natal yang diselenggarakan di gereja Maluku bantuan Pemerintah Belanda tersebut berlangsung lancar dan khidmad. Selain kegiatan ibadah, juga ditampilkan beberapa paduan suara dari berbagai daerah, seperti: dari Assen, Deventer, Amsterdam, Diemen, Walwijk, dan paduan suara HARPA dari Jakarta . Perayaan Natal juga dimeriahkan dengan berbagai tarian dan lagu-lagu Maluku yang membangkitkan kecintaan/kerinduan kepada tanah kelahiran Maluku.

Dubes Habibie dalam sambutan singkatnya, selain menyampaikan selamat Natal juga menghimbau kepada umat Kristiani untuk senantiasa memahami makna perayaan Natal dan kelahiran Yesus Kristus guna mewujudkan perdamaian, persatuan dan kesatuan dengan mengenyampingkan perbedaan agama, kelompok dan golongan. Khususnya kepada masyarakat Maluku yang tinggal di Belanda, Dubes Habibie mengingatkan akan pepatah Maluku,
“Potong di Kuku Rasa di Daging, Alle Rasa Beta Rasa, Katong Samua Basudara”. Makna dari pepatah tersebut sangat dalam dan kiranya dapat dijadikan sebagai motivasi untuk senantiasa memelihara persatuan dan kesatuan guna membangun tanah Maluku yang lebih sejahtera di masa datang.