Menutup rangkaian perayaan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 65 di Belanda, KBRI Den Haag menyelenggarakan Resepsi Diplomatik pada tanggal 16 September 2010 di Wisma Duta di Wassenaar.

Sekitar 550 tamu undangan yang terdiri anggota Parlemen, para penerima bintang Mahaputra Indonesia, para Dubes / korps diplomatik dari negara-negara sahabat, para Veteran Belanda, pejabat Pemerintah Belanda, perwakilan organisasi internasional (ICJ, ICC, OPCW), pengusaha dan friends of Indonesia menghadiri resepsi tersebut.
Hadir di antara para undangan antara lain Presiden Senat, Ketua Parlemen, Anggota Parlemen EU dan Mantan Menlu dalam resepsi ini menunjukkan kedekatan hubungan Indonesia dan Belanda.
Selain itu, kehadiran berbagai pimpinan perusahaan dan pimpinan organisasi pemerhati Indonesia juga menjadi benchmark intensitas hubungan Indonesia Belanda di sektor swasta / non pemerintah.

Membuka resepsi tersebut, Dubes RI Den Haag, J.E. Habibie menyampaikan keberhasilan Indonesia dalam mendorong demokratisasi, dan peran aktif Indonesia dalam G20.
Dubes RI juga menggambarkan peningkatan hubungan bilateral RI dan Belanda setelah pengakuan kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang disampaikan oleh Menlu Belanda di tahun 2005. Untuk memperkuat hubungan tersebut, RI dan Belanda tengah menyusun suatu comprehensive partnership agreement yang akan ditandatangani oleh Presiden RI pada saat kunjungan kenegaraannya ke Belanda dalam waktu dekat.
Dubes mengharapkan harapan agar skema hubungan bilateral RI dengan Belanda dimaksud dapat membuka kesempatan baru dan semakin menguatkan kerja sama atau kemitraan di antara ke dua negara dan people to people contact di antara keduanya.

Dubes juga menjelaskan pentingnya upaya Indonesia bersama negara-negara lainnya termasuk Belanda berupaya untuk membangun perdamaian dunia dan kemakmuran dunia serta mendorong solidaritas dan persatuan sebagai pondasi dunia dan masa depan yang lebih baik.
KBRI juga memanfaatkan event resepsi tersebut untuk promosi ”Trade, Tourism, and Investment ” (TTI) Indonesia secara komprehensif dengan menampilkan beberapa produk ekspor Indonesia, daerah tujuan wisata dan melakukan penyebaran brosur. Selain itu juga ditampilkan kesenian Indonesia dengan menampilkan pertunjukan kesenian Sunda yang sangat diapresiasi oleh para tamu.