• INDONESIA BERPARTISIPASI DI FLORIADE, 5 APRIL - 7 OKTOBER 2012
MEMPERJUANGKAN KOMODITI INDONESIA PADA SIDANG DEWAN EKSEKUTIF CFC KE-45 PDF Cetak E-mail
Senin, 14 April 2008

Indonesia berpartisipasi aktif pada Sidang ke-45 Dewan Eksekutif CFC (Common Fund for Commodities), tanggal 8 – 9 April 2008 di Amsterdam. Delegasi Indonesia diketuai oleh Direktur Perdagangan, Perindustrian, Investasi dan HAKI (PPIH), Deplu, selaku Direktur Eksekutif CFC (untuk konstituen Indonesia, Malaysia, Singapura dan Papua Nugini), dan didampingi oleh Fungsi Ekonomi KBRI Den Haag.  Sidang CFC ini dipimpin oleh Managing Director CFC, Ambassador Ali Mchumo, selaku Ketua Dewan Eksekutif, dan dihadiri oleh para Direktur Eksekutif dan Alternate Direktur Eksekutif CFC dari berbagai konstituen, serta  wakil-wakil dari African Union, COMESA dan OPEC Fund sebagai observers.

KBRI Den Haag sebagai Perwakilan Diplomatik Bilateral yang merangkap Multilateral (berdasarkan Keputusan Menteri Luar Negeri Nomor SK.06/A/OT/V/2004/01 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perwakilan Republik Indonesia di Luar Negeri) selama ini aktif mendukung kepentingan nasional dalam forum multilateral, salah satunya pada CFC yang bermarkas di Amsterdam, Belanda.  CFC yang didirikan berdasarkan Agreement Establishing the Common Fund for Commodities dan diadopsi tanggal 27 Juni 1980, merupakan organisasi internasional yang didirikan UNCTAD, bertujuan untuk meningkatkan pembangunan ekonomi dan sosial negara-negara penghasil komoditi dan ikut memberikan kontribusi bagi pembangunan sosial secara umum di dunia.

Organisasi ini menyelenggarakan Sidang Dewan Eksekutif setahun 2 (dua) kali dan Sidang Dewan Gubernur CFC setahun sekali, sehingga merupakan tugas KBRI Den Haag untuk memantau dan melaporkan perkembangan yang terjadi di organisasi ini sekaligus menjadi ujung tombak dalam mengamankan kepentingan Indonesia di setiap sidang CFC, khususnya Executive Board maupun pada sidang Governing Council.

Kepentingan Indonesia di organisasi ini cukup signifikan mengingat Indonesia memiliki beberapa komoditi unggulan seperti karet alam, kopi, kelapa dan kakao yang potensial untuk dikembangkan.  Sehingga  forum CFC harus dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sarana dalam rangka mengembangkan ekspor komoditi nasional di pasar internasional.

CFC memberikan proyek-proyek bantuan kepada negara-negara berkembang dalam rangka pengembangan komoditas andalannya, dalam bentuk pelatihan maupun dana yang digunakan untuk pengembangan komoditas andalan. Sebagai contoh dapat dikemukakan bahwa hingga tahun 2007, Indonesia telah memperoleh manfaat dari keanggotaannya dalam CFC yaitu bantuan berupa pendanaan 13 proyek reguler dengan nilai lebih dari US$ 13 juta meliputi pengembangan komoditi buah-buahan, kopi, kelapa, perikanan, gula, teh, karet dan perikanan serta penyelamatan kebakaran hutan secara terpadu. Indonesia juga memperoleh manfaat dari disseminasi hasil proyek pengembangan komoditi yang dilaksanakan di negara lain.

Saat ini, satu proyek mengenai Supporting Smallholder Rubber Agroforestry in Aceh for Higher Productivity through Environmentally Benign Practices, telah mendapat dukungan penuh CFC. Proyek ini bertujuan untuk mendukung revitalisasi sistem produksi karet bagi petani kecil di Aceh melalui pengenalan dan penerapan sustainable production technologies berdasarkan pengalaman dari proyek CFC sebelumnya di Sumatera dan Kalimantan.

Selain itu perlu dilaporkan pula bahwa saat ini terdapat 2 (dua) usulan proyek dari Indonesia yaitu, Improving Tea Smallholder Bargaining Position through Product Improvement and Partnership senilai USD 100,000 dan Implemetation of Integrated Plant Production of Tea Bio Farming through the Promotion of Tea as a Health Product senilai USD 400,000. Kedua usulan proyek tersebut sedang dipertimbangkan CFC untuk digabungkan menjadi satu proyek jangka panjang dengan potensi nilai USD 4 juta. Dalam proyek yang baru ini akan melibatkan dua negara, yaitu Indonesia dan Bangladesh.

Keterangan Gambar: Bpk. Asianto Sinambela (Direktur Eksekutif untuk Indonesia, Malaysia, Singapura dan PNG), Ambassador Ali Mchumo (Managing Director CFC) dan Mr. Fabian Massimiliano (Chairman of Concultative Committee CFC)

 

 

 

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Copyright © 2008 indonesia.nl
KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA
Tobias Asserlaan 8, 2517 KC Den Haag